Stop Pandangan Negatif Kepada Perawat Pasien Corona

Senyumperawat.com – Ketua umum PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), Harif Fadhilah mengungkapkan ada perawat yang dijauhi masyakarat karena merawat pasien Corona. Padahal perawat pasien Corona tersebut tinggal di lingkungan kos. Mereka dianggap sebagai pembawa virus sehingga terpaksa tinggal di rumah sakit karena diminta meninggalkan kamar kosnya.

Laporan tersebut diterima Harif dari para perawat di RS Persahabatan. Belum ada kabar lebih lanjut bagaimana kondisi para perawat pasien Corona ini dari rumah sakit yang lainnya.

“Di tempat lain belum secara langsung. Ya yang kami dapat laporan langsung seperti itu,” ujar Harif.

Dia mengaku juga mendengar adanya stigma yang dialami keluarga petugas medis. Namun dia belum mengkonfirmasi secara langsung.

“Itu baru berita, tapi saya belum memastikan betul. Jadi cerita dari teman-teman, jadi cerita berantai. Namun gejala itu ada,” ucap Harif.

Perawat pasien Corona dijauhi oleh masyakarat

“Kami mendapat laporan dari perawat itu bahwa ada teman-temannya tidak kos lagi di sana, di tempat kosnya. Karena setelah diketahui rumah sakit tempat bekerjanya tempat rujukan pasien COVID-19. Mereka sekarang tinggalnya di rumah sakit dulu,” kata Harif.

Baca juga: Rincian Insentif Tenaga Medis yang Menangani Kasus Corona, Perawat & Bidan Rp7,5 Juta

Harif mengatakan pihak manajemen rumah sakit sedang berusaha mencarikan tempat tinggal.

“Sementara dan pihak manajemen rumah sakit sedang berusaha mencarikan tempat tinggal yang layak untuk mereka bisa transit,” imbuh Harif.

“Karena bukan hanya perawat, dokter juga. Waktu kemarin saya dialog di salah satu stasiun tv, itu ada dokter juga yang baru dapat berita seperti itu juga. Hal yang sama. Ada juga dilaporkan koas, mahasiswa kedokteran, mahasiswa spesialis, perawat yang kos di sekitar RS Persahabatan itu,” papar dia.

Harif menyampaikan kekecewaan atas sikap masyarakat terhadap perawat pasien Corona sebagai pembawa virus. Menurutnya, diperlukan edukasi secara terus-menerus agar masyarakat paham bahwa penularan Corona tak melalui udara. Penularan Virus Corona adalah melalui percikan liur.

“Kecewa dan menyayangkan. Kita juga memahami ketakutan masyarakat. Tentu harus terus kita edukasi bahwa paparan COVID-19 ini kan pada droplet bukan dari udara, tapi percikan. Selama kita bisa lakukan physical distancing, itu salah satu pencegahannya. Kalau itu bisa dilakukan di kosan, kenapa harus takut,” tutur Harif dikutip dari detik.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar

  Subscribe  
Notify of
Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker