Kredibilitas Perawat Jadi Sorotan Hadapi Wabah Covid-19

Senyumperawat.com – Indonesia menduduki 5 besar kasus kematian terbanyak akibat terinfeksi virus Covid-19 di wilayah Asia Tenggara. Meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 membuat rumah sakit harus terus siaga dan tetap melayani. Dalam hal ini, kredibilitas tenaga medis menjadi taruhannya. Termasuk kredibilitas perawat selaku garda depan dalam merawat pasien positif Covid-19.

Problematika yang kini dihadapi adalah soal terbatasnya alat pelindung diri ( APD) yang dimiliki rumah sakit. Kabar terakhir dilaporkan 25 orang tenaga medis dinyatakan positif Covid-19, dan satu orang di antaranya telah meninggal dunia.

Kredibilitas perawat dipertaruhkan hadapi Covid-19

Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi dalam status siapa darurat akibat Virus Corona ini. Beberapa di antaranya adalah

  1. Kurangnya alat pelindung diri, masker dan pakaian khusus ruang isolasi
  2. Kurangnya jumlah tenaga medis
  3. Kurangnya fasilitas alat pendukung perawatan
  4. Beban kerja yang meningkat

Tenaga medis memiliki risiko tinggi andai pasien yang ditanganinya itu ternyata positif Covid-19. Oleh karena itu, ketika APD tidak cukup memadai maka insiden perawat yang positif Covid-19 bisa saja akan bertambah. Virus Covid-19 ini juga menguji kredibilitas perawat Indonesia untuk menunjukkan kualitasnya dalam memberi pelayanan kesehatan.

Menjawab hal ini, Menteri Keuangan telah menganggarkan insentif bagi tenaga medis. Sri Mulyani Indrawati berjanji akan memberikan insentif dan asuransi kepada para tenaga medis yang menangani virus corona.

Nantinya anggaran yang dialokasikan untuk asuransi dan insentif tenaga medis berkisar berkisar Rp 3,1 triliun sampai Rp 6,1 triliun. “Kami sedang perhitungkan agar segera bisa memberikan kepastian kepada seluruh tenaga medis, baik dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan tenaga medis lain,” ujarnya di Jakarta, Jumat lalu.

Selain tenaga medis, pemerintah juga akan memberi perhatian untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku gugus tugas penanganan Covid-19. Adapun saat ini BNPB telah mengajukan anggaran sebesar Rp 3,3 triliun untuk menangani masalah corona di Indonesia.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengobati dan melayani pasien yang terpapar virus corona. Dengan pelayanan maksimal, diharapkan pasien dapat segera sembuh dari virus tersebut.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar

  Subscribe  
Notify of
Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker