Perawat yang Jutek Tak Dapat Pahala Ini

Perawat yang Jutek Tak Dapat Pahala Ini
Foto: freepik

Senyumperawat.com – Istilah jutek menurut beberapa sumber dimaknai dengan sifat tempramen dan tidak ramah. Bahasa lainnya yang mungkin akrab didengar adalah istilah judes. Orang jutek itu biasanya jarang tersenyum, sukanya cemberut dan sangat sensitif. Lantas, kira-kira bagaimana jika perawat yang jutek?

Dalam SOP pelayanan keperawatan, senyum adalah salah satu bumbu manis yang mesti dilakukan. Bahkan di beberapa daerah, perawat yang jutek mendapatkan sanksi dipindahkan ke pusat pelayanan kesehatan di daerah.

Bagi sebagian orang, menjadi sosok yang murah senyum itu hal yang mudah untuk dilakukan. Namun bagi sebagian orang lainnya, mau senyum saja terasa susah. Masing-masing individu tentunya punya karakter dasar yang beragam. Namun, ketika memang sudah berniat menjadi perawat dan memberikan pelayanan kesehatan maka senyum adalah karakter dasar yang harus dimiliki.

Perawat yang jutek kehilangan pahala sedekah

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“

(HR at-Tirmidzi (no. 1956), Ibnu Hibban (no. 474 dan 529) dll, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani dalam “ash-Shahihah” (no. 572).

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang lain, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria“ (HR Muslim (no. 2626).

Jadi sesederhana itu ternyata untuk mendapatkan pahala. Walaupun hanya sekedar memberikan senyuman kepada pasien maka itu bisa dinilai setara dengan pahala sedekah. Maka ketika seorang perawat masih saja jutek atau judes, kesempatannya mendapatkan pahala sebaik itu akan terhenti. Oleh karenanya, tersenyumlah saat memberikan perawatan kepada pasien.

Ada baiknya di setiap pusat pelayanan kesehatan mengevaluasi kinerja tenaga kesehatannya dari sisi ini juga. Tentunya semakin perawatnya murah senyum maka pasien pun akan merasa lebih nyaman. Nyaman dalam makna kondisinya akan lebih cepat pulih dan pulang, bukannya betah tinggal di rumah sakit.

Pos terkait

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar

  Subscribe  
Notify of