Kesejahteraan Perawat Berhubungan dengan Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan

Kesejahteraan Perawat Berhubungan dengan Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan
Foto: modernnurse.com

Senyumperawat.com – Judulnya mungkin hanya sebuah asumsi, atau memang sebuah realita, terserah pembaca mengintrepretasikannya. Kadang cukup aneh ketika ada riset yang mengambil judul semacam itu. Intinya menghubungan antara kesejahteraan baik itu domainnya gaji, inventaris, tunjangan dan semisalnya dengan kualitas pekerjaan seseorang. Tanpa diteliti pun rasanya secara logika sederhana juga sudah bisa dijawab. Istilah sederhananya ada harga ada rupa. Jadi sama saja, kesejahteraan perawat memang berhubungan dengan peningkatan mutu layanan.

Problemnya yang perlu justru diteliti adalah sudahkah para perawat itu sejahtera. Itu pertanyaan mendasar yang perlu digali secara kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan metode kualitatif akan begitu dalam mengumpulkan data itu.

Muat Lebih

Boleh jadi tiap orang akan beragam persepsi soal kesejahteraan. Soalnya begini, tidak semua orang yang terjun ke dunia profesi sebagai perawat itu memang benar-benar memperhitungkan persoalan gaji. Terkadang memang ada yang bekerja sebagai perawat hanya untuk beramal sebab soal keuangan sudah ada bisnis lain yang menopang.

Baca juga: Jokowi Janji Tingkatkan Kesejahteraan Dokter, Bidan dan Perawat, di Tahun 2014 Lalu

Berbeda orang tentu berbeda persoalan. Bagi yang memang hidup dari profesi itu dan tidak ada penopang lain, maka persoalan gaji menjadi penting. Di sini akan bisa digali begitu dalam soal rasio pengeluaran dan pendapat. Termasuk pula kondisi ekonomi saat ini yang cukup labil di tengah subsidi yang kian banyak dikurangi.

Apakah ada jaminan mutu layanan meningkat jika kesejahteraan perawat diperbaiki?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mungkin dikembalikan pada logika sederhana pula. Logika sederhananya, jika sebuah ibu kota dipindhakan ke tempat lain, apakah ada yang bisa menjamin tidak akan ada lagi istilah kebanjiran. Tak akan ada yang berani menjamin. Adanya hanya prediksi yang didasarkan pada data.

Sama halnya dengan mutu sebuah layanan. Korelasinya akan kembali pada data yang ada. Banyak faktor yang mempengaruhi mutu sebuah layanan kesehatan. Salah satunya tidak akan lepas dari personal karyawan yang bekerja di situ.

Sebenarnya sama saja intinya pegawai itu, jika memang ingin mereka bekerja secara totalitas ya faktor-faktor penghambat itu tadi mesti dibereskan. Jika faktor penghambatnya adalah soal kesejahteraan yang belum layak maka itu diselesaikan. Ini untuk faktor yang berkenaan dengan personal karyawan.

Baca juga: Jangan Tanya Soal Keikhlasan Perawat, Tapi Tanyakan Bagaimana Kesejahteraan Mereka

Miris sekali ketika ada perawat melakukan aksi demo untuk menuntut gaji yang layak. Apalagi harus mogok kerja untuk hal itu meskipun mereka tak pernah sampai tega meninggalkan pasien. Biasanya disiasati dengan menyiagakan personil untuk tetap bertugas sementara rekan yang lain melakukan aksi demo. Dari sisi itu saja sudah begitu tampak bahwasanya urusan kesejahteraan akan mempengaruhi layanan.

So, mensyukuri apa yang ada itu baik. Namun, menuntut hak itu juga perlu. Jadi, tetaplah bersyukur kendati harus berjerih-payah untuk menuntut hak. Jangan lupa untuk tersenyum hari ini, senyum itu sedekah.

Pos terkait

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar

  Subscribe  
Notify of