Jika Tidak Punya STR, Dilarang Memberi Pelayanan Kesehatan

Senyumperawat.com – STR (Surat Tanda Registrasi) merupakan surat yang menunjukkan legal formal seorang tenaga kesehatan layak memberi pelayanan kesehatan. Jika tidak punya STR, maka seorang tenaga kesehatan dilarang memberikan pelayanan kesehatan. Hal ini merupakan ketentuan yang diberlakukan oleh pemerintah melalui organisasi profesi yang ada di Indonesia.

Tidak hanya bagi perawat, tenaga kesehatan lain pun demikian. Baik itu dokter atau bidan yang tidak punya STR akan diberlakukan aturan yang sama.

“Ini wajib, STR itu sebagai syarat untuk mengurus dokumen praktik,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KotaTernate, dr. Fathiyah Suma, Kamis (14/3) dikutip dari malutpost.

Bagi tenaga kesehatan yang STR-nya masih dalam proses, yang bersangkutan hanya bisa melayani di bagian administrasi sedangkan untuk pelayanan medis tidak diizinkan.

“STR juga harus di perpanjang secara periodik. Untuk profesi bidan, selama tiga tahun harus diperbaharui sedangkan dokter lima tahun. Sesuai dengan ketentuan tiap profesi yang dimuat dalam organisasi,” tambahnya.

Syarat untuk mendapatkan STR

Setiap lulusan Poltekkes atau tenaga kesehatan, harus melewati satu tahapan yang namanya uji kompetensi (Ukom). Jika, belum melewati tahapan itu. Maka, tidak akan memiliki STR. Untuk mengawasi, Fathiyah mengaku pihaknya rutin melakukan fungsi kontrol dan pembinaan melalui seksi Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Kesehatan.

“Jadi bukan cuma puskesmas. Tapi di seluruh rumah sakit dan tempat-tempat praktik mandiri pun kita awasi. Jika kedapatan ada salah satu tenaga kesehatan yang bekerja tanpa surat izin dan STR. Maka, akan kita sanksi,” tegasnya.

Direktur Kampus Politeknik Kesehatan (Poltekes) Ternate, Rusni Muhammad menambahkan, syarat untuk bekerja harus lulus dalam ujian kompetensi (Ukom) bagi semua lulusan tenaga kesehatan. Setelah itu baru diurus STR-nya melalui UP. “ Itu merupakan syarat mutlak. Karena, kalau tidak lulus Ukom belum diakui legalitasnya,” terang Rusni.

Rusni menyayangkan, hingga saat ini masih ada beberapa kabupaten/kota yang menerima tenaga kesehatan tanpa ada STR. Ini tentu melanggar Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014, tenaga Kesehatan dan Undang-undang Nomor 38 tahun 2014 tentang Tenaga Keperawatan.

“Aturan ini mengisyaratkan seluruh tenaga kesehatan setelah menyelesaikan studinya wajib mengikuti Ukom. Apabila ada yang memperkerjakan tenaga kesehatan tanpa Ukom dan STR jelas menabrak aturan,” pungkasnya.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar

  Subscribe  
Notify of
Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker