Indonesia Jajaki Kerja Sama Pengiriman Perawat ke Jerman, Gajinya Tembus 44 Juta per Bulan

Senyumperawat.com – Jerman sedang mengalami kekurangan tenaga kerja di sektor kesehatan. Khususnya tenaga perawat. Guna mengatasi permasalahan ini, pemerintah Jerman mulai melakukan rekrutmen perawat dari luar Jerman, termasuk negara-negara di luar Eropa. Indonesia pun mendapatkan sorotan karena juga berpengalaman mengirimkan perawat ke beberapa negara sebelumnya. Oleh karenanya, KBRI Berlin berinisiatif menjajaki kerja sama pengiriman perawat ke Jerman.

Hal ini diawali dengan diadakannya workshop kerja sama rekrutmen dan pengembangan perawat antara Indonesia dengan Jerman pada 17 Oktober tahun lalu. Workshop tersebut diiniasi oleh KBRI Berlin bersama dengan Bundesagentur für Arbeit atau Badan Tenaga Kerja Jerman (BA), dan Deutsche Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Muat Lebih

Workshop dihadiri oleh Sekretaris Utama/Plt. Kepala BNP2TKI RI, Kepala Pusat Pelatihan Kementerian Kesehatan RI, dan Sekretaris Badan PPSDM Kementerian Kesehatan RI, sementara dari pihak Jerman hadir Managing Director Badan Tenaga Kerja Jerman (BA), Direktur Kawasan Asia Kementerian Kesehatan Jerman dan Regional Manager GIZ.

Kerja sama Tripel Win, skema pengiriman perawat ke Jerman

Pada workshop, BA dan GIZ menyampaikan bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga perawat di Jerman, telah dibuat suatu skema kerja sama antar pemerintah (G to G) yang disebut sebagai kerja sama triple win.

Melalui skema triple win, diharapkan Negara asal tenaga perawat, Negara penerima perawat (Jerman), dan pihak employer di Jerman, mendapatkan manfaat dari kerja sama ini dilansir Kemlu.

Hingga saat ini program triple win sudah berhasil merekrut lebih dari 2000 perawat dari lima negara mitra yang telah membuat perjanjian G to G dengan Jerman, yaitu Bosnia-Herzegovina, Serbia, Filipina, Tunisia dan Vietnam.

PLT Kepala BPN2TKI menyambut baik skema kerja sama triple win yang ditawarkan Jerman dan menyampaikan bahwa Indonesia juga sudah memiliki pengalaman melakukan kerja sama serupa.

Misalkan kerja sama rekrutmen tenaga perawat dengan Jepang yang merupakan bagian dari implementasi Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Jepang (IJEPA).

Kementerian Kesehatan RI juga menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki lebih dari 800 ribu perawat yang sudah lulus pendidikan perawat.

Pemerintah juga terus menunjang mutu pendidikan keperawatan di Indonesia melalui pembentukan Badan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

Oleh karenanya, kerja sama triple win dengan Jerman merupakan peluang yang baik bagi perawat di Indonesia dalam konteks peningkatan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja.

Baik Jerman maupun Indonesia terlihat menunjukkan ketertarikan dan keseriusannya untuk menggarap kerja sama triple win ini. Kedua negara sepakat untuk mengadakan pertemuan lanjutan di Indonesia, sekaligus membahas perjanjian G to G yang nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan proyek kerjasama triple win Indonesia-Jerman.

Selain workshop, Delegasi Indonesia juga berkesempatan untuk melakukan site visit ke Rumah Sakit yang berlokasi di Kota Brandenburg, Jerman, yang telah merekrut perawat yang berasal dari salah satu Negara mitra Jerman melalui skema kerja sama triple win.

Berapa gaji rata-rata perawat di Jerman?

Sebuah media online menyebutkan secara rinci beberapa pembagian besaran gaji perawat di Jerman. Jika akhirnya terjadi kesepakatan pengiriman perawat ke Jerman dari Indonesia, maka akan sangat berpotensi meningkatkan kualitas hidup perawat.

Menurut media tersebut, rata-rata besaran gaji perawat di Jerman adalah senilai 2900 EURO. Jika dirupiahkan dengan Kurs saat ini berkisar di angka Rp 44 juta per bulan.

gaji perawat di jerman
Sumber: learngermanonline.org

Seperti diketahui bahwasanya negara Eropa menggunakan mata uang Euro. Untuk nilai tukar saat ini nilainya masih di atas Rp 15.000/Euro. Merupakan kabar yang baik jika kerja sama tersebut dapat direalisasikan segera.

Perlu dipahami juga bahwasanya dengan nilai sebesar itu, tentunya kualitas perawat yang dikirim harus memiliki skill yang terstandar. Termasuk dalam segi bahasa yang masih menjadi kendala tersendiri.

Pos terkait

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar

  Subscribe  
Notify of