Dua Perawat Dipenjara Karena Dinilai Lalai Memberi Obat, Ingat Lagi Prinsip Benar Obat

Senyumperawat.com – Dua perawat dipenjara karena dinyatakan lalai dalam memberikan obat. Kasus ini terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Aceh. Mereka divonis masing-masing 2 tahun penjara karena terbukti salah menyuntik pasien hingga meninggal dunia. Keduanya ialah Erwanty dan Desri Amelia Zulkifli.

Kasus tersebut bermula saat korban Alfa Reza dibawa ke rumah sakit karena karena tertusuk kayu pada paha kiri sampai ke bokong. Dia masuk ke ruang IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018, dikutip dari detik.

Sejam berselang, tim dokter melakukan tindakan operasi terhadap korban. Setelah selesai menjalani operasi, korban dipindahkan ke ruang perawatan anak. Dokter kemudian memerintahkan Erwanty, Desri, serta beberapa perawat yang bertugas jaga untuk memberikan obat kepada korban.

Pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, terdakwa Desri membuka buku rekam medis untuk melihat obat yang harus disuntikkan ke Reza. Dia melihat ketersediaan obat pada kotak obat Reza hanya satu.

Desri kemudian mengatakan kepada Erwanty ada beberapa obat yang harus disuntikkan ke Reza. Erwanty selanjutnya memerintahkan Desri untuk meresepkan obat ke dalam Kartu Obat Pasien (KOP) untuk digunakan sebagai dasar pengambilan obat di depo.

Tak lama berselang, Desri meminta orang tua korban mengambil obat di depo obat. Petugas di sana sempat menanyakan keberadaan pasien. Namun, karena ayah korban tidak dapat berbicara, akhirnya diserahkan obat tersebut setelah petugas melihat data korban.

Saat itu, petugas mengira Reza masih berada di dalam ruang operasi. Setelah obat dikantongi, terdakwa kemudian memerintahkan untuk menyuntik ke korban.

Reza mendapat suntikan obat beberapa kali dalam beberapa menit. Sekitar pukul 00.05 WIB, Sabtu, 20 Oktober 2018, Desri memanggil Erwanty, lalu mengabarkan kondisi Reza melemah.

Erwanty mengecek keadaan Reza dan mendapatkan kondisi nadi serta pernapasan korban sudah melemah. Seorang perawat di ruang anak memberi tahu kedua terdakwa bahwa keduanya salah menyuntik obat ke tubuh Reza. Hal itu menyebabkan Reza meninggal dunia.

Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polres Aceh Barat. Polisi memeriksa sejumlah sakti tersebut kedua terdakwa. Erwinty dan Desri selanjutnya dikirim ke pengadilan.

Dalam persidangan di PN Meulaboh, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut kedua perawat dipenjara dengan hukuman masing-masing 2 tahun 6 bulan penjara. Namun majelis hakim memvonis keduanya lebih ringan.

Majelis hakim yang diketuai Zulfadly dengan hakim anggota Muhammad Al-Qudri dan Irwanto menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan kelalaian berat yang mengakibatkan kematian bagi penerima pelayanan kesehatan.

“Menjatuhkan pidana terhadap diri para terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama dua tahun,” putus Zulfadly dalam persidangan yang digelar, Kamis (30/1) kemarin.

Perhatikan kembali prinsip benar Obat

Berita terkait kelalaian pemberian obat hingga akhirnya erakibat dua perawat dipenjara seperti berita ini harus diambil hikmahnya. Penting untuk kembali diperhatikan bagaimana prinsip benar dalam pemberian obat.

1. Benar obat

Prinsip tepat yang pertama berkaitan dengan sediaan obat itu sendiri. Tenaga medis harus memastikan ada tidaknya alergi obat. Termasuk keluhan pasien. Label obat juga diperhatikan apakah sesuai dengan yang diresepkan. Interaksi obat satu dengan obat lain juga dipertimbangkan. Kemudian efek samping yang mungkin terjadi baiknya diantisipasi.

2. Benar dosis

Menjadi penting untuk diperhatikan. Cek kembali hasil hitungan dosis dengan perawat lainnya jika diperlukan.

3. Benar waktu

Pastikan obat yang diberikan memang pada waktu yang tepat. Kemudian lihat waktu kadaluarsa obat tersebut. Termasuk ketika obat itu harus dimasukkan melalui IV (intravena) atau infus, durasinya harus habis dalam berapa jam. Maka hitungan tetesan infus juga harus tepat sesuai ukurannya.

4. Benar pasien

Ini akan menjadi masalah baru jika misalkan Anda salah pasien. Kelompokkan obat sesuai nama pasiennya. Panggil nama pasien ketika memberikan. Bila ada kesamaan nama antar pasien, cocokkan kembali nomor rekam mediknya (RM).

5. Benar informasi

Ketika pasien sudah dipastikan tepat, maka informasi seputar obat itu harus disampaikan pada pasien. Terkait indikasi kenapa diberikan. Obat itu fungsinya untuk apa termasuk efek samping yang mungkin dirasakan pasien.

6. Benar cara pemberian obatnya

Penting untuk mengatahui cara memberikan obat. Jangan sampai obat yang mestinya supositoria justru dimintakan pada pasien untuk meminumnya melalui oral.

7. Benar dokumentasi

Hasil dokumentasi dari pemberian obat, harus segera dimasukkan dalam catatan pasien. Hal ini akan menjadi pertimbangan dokter dalam evaluasi berikutnya.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar

  Subscribe  
Notify of
Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker