4 Kelemahan Perawat Indonesia yang Harus Diperbaiki

4 Kelemahan Perawat Indonesia yang Harus Diperbaiki

Senyumperawat.com – Ketua PPNI, Harif Fadhillah mengungkapkan setidaknya ada 4 kelemahan perawat Indonesia. Hal itu ia sampaikan pada saat dialog dengan Radio Republik Indonesia (RRI) beberapa tahun silam. Harif menyebutkan keempat hal tersebut bersamaan dengan peluncuran standar diagnosis keperawatan Indonesia.

“Ini salah satu tools seorang perawat agar lebih profesional sebagaimana distandarkan oleh dunia. Itulah satu upaya kita diantara banyak tools lainnya,” kata Arief Fadilah, dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia, Jumat (30/12/2016).

Read More

Pada dasarnya, secara skill dan kompetensi, perawat Indonesia dapat bersaing dengan perawat asing. Namun ada empat kelemahan yang harus dibenahi baik melalui pendidikan maupun pelatihan.

4 Kelemahan Perawat Indonesia

Kelemahan pertama, kemampuan bahasa Inggris oleh perawat Indonesia masih kurang bahkan kalah dibandingkan dengan negara-negara lain. Kedua, persoalan penguasaan teknologi yang masih kurang.

“Apalagi kalau kita ke negara maju seperti Jepang dan Korea, bingung. Mungkin hanya di rumah sakit internasional yang dilengkapi teknologi tinggi. Kalau rumah sakit di daerah, termometer saja masih pakai raksa padahal ada digital”.

Untuk mengatasi persoalan bahasa dan teknologi, pendidikan perawat harus memasukan kurikulum internasional dengan penguasaan bahasa dan teknologi.

“Yang sudah jadi perawat dengan pelatihan dan pengembangan. Ini dilakukan oleh PPNI dengan menyusun standar kompetensi. Dari situ kita susun modul keperawatan,” terangnya.

Kelemahan ketiga kurangnya pemahaman mengenai budaya negara tujuan. Ke-empat pemahaman regulasi juga masih kurang.

“Kita main tanda tangan saja padahal kita tidak tau bagaimana kontraknya, tidak tau bagaimana regulasi di negara tujuan sehingga kalau ada konflik atau masalah, posisi perawat kita lemah,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar

  Subscribe  
Notify of