12 Syarat Membuka Praktik Bidan Mandiri, Kembangkan Jiwa Entrepreneur-mu

Senyumperawat.com – Seorang bidan yang memiliki jiwa entrepreneur memiliki orientasi tersendiri dalam melihat peluang. Karena orientasinya adalah menjadi seorang pengusaha dan bisa membuka lapangan kerja, tentunya setelah lulus kuliah jalannya bukan dengan sibuk mencari info CPNS. Ada sisi lain yang mesti dirumuskan sejak masih mahasiswa. Orientasi itu salah satunya bisa dengan mendirikan klinik bidan mandiri. Namun, ternyata ada 12 syarat membuka praktik bidan mandiri ini yang perlu diperhatikan.

Dengan terbitnya undang-undang kebidanan, tentu memberikan nafas yang lega bagi para bidan di Indonesia. Salah satu tujuan disahkannya UU No. 4 Th. 2019 tentang Kebidanan adalah untuk pemenuhan proses kebidanan yang bertanggung jawab, aman, serta akuntabel.

Dalam UU Kebidanan dari Pasal 21 hingga Pasal 30 juga sudah diatur secara rinci mekanisme tentang syarat membuka praktik bidan mandiri ini. Poin paling penting dari semua syarat tersebut adalah Anda harus lulus dulu. Kalau belum lulus kuliah ya pastinya belum diizinkan.

Jiwa entrepeneur sebagai bidan

Klinik bidan mandiri kini sudah banyak baik di kota apalagi di desa. Namun ada beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan saat membuka klinik mandiri adalah tren di masyarakat. Kalau di desa, bidan identik dengan tenaga kesehatan yang serba bisa. Kadang orang sakit apa pun tak segan pergi ke bidan.

Berbeda dengan di kota. Mayoritas paradigma masyarakat sudah bisa membedakan apa ranah kerja bidan. Sehingga, kalau mereka sakit sudah bisa membedakan harus ke mana mencari obatnya. Jika memang yang sakit itu berkenaan dengan urusan kebidanan misalnya ibu hamil, ibu menyusui dan semisalnya biasanya pergi ke bidan. Selain bidan, terkadang juga ada dokter spesialis. Pilihannya akan lebih spesifik. Tak sedikit pula bidan yang bekerja sama dengan dokter spesialis.

Berikutnya, kalau di desa istilah baby spa, baby massage dan sejenisnya itu belum populer. Mayoritas paradigmanya kalau ingin memijatkan bayi ya dukun pijat bukan ke bidan. Bidan itu urusannya kalau tindakan medis, begitu.

Lain cerita kalau di kota. Banyak sekali klinik kebidanan yang juga membuka jasa baby spa. Bahkan teknik melahirkan pun beragam mau model bagaimana. Kelas-kelas untuk mengedukasi ibu hamil juga ada. Termasuk persiapan melahirkan ada seminar dan pelatihan yang begitu mudah diadakan.

Jadi, coba rumuskan langkah apa yang akan Anda kerjakan step by step untuk mengembangkan jiwa entrepeneur Anda?

12 syarat membuka praktik bidan mandiri

Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi jika ingin membuka praktik bidan mandiri. Dikutip dari laman Dinas PM dan PTSP DKI Jakarta.

  1. Surat permohonan yang mencantumkan pernyataan kebenaran dan keabsahan dokumen dan data di atas kertas serta diberi materai senilai Rp6.000.
  2. Identitas pemohon atau penanggung jawab. Ada pun bentuknya berupa fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); jika Warga Negara Indonesia (WNI) cukup dengan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Sedangkan untuk Warga Negara Asing (WNA) berupa fotokopi Kartu Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau VISA atau paspor.
  3. Jika dikuasakan kepada orang lain, maka harus menyertakan surat kuasa di atas kertas bermaterai Rp6.000, dilengkapi KTP orang yang diberi kuasa.
  4. Mengumpulkan fotokopi izin operasional atau izin usaha fasilitas pelayanan kesehatan tempat pemohon akan bekerja.
  5. Fotokopi yang sudah dilegalisasi dari Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku.
  6. Menyiapkan fotokopi ijazah.
  7. Fotokopi sertifikat Pendidikan dan Pelatihan (kontrasepsi, APN PONED, dan lain-lain) yang diselenggarakan oleh institusi pendidikan nasional atau organisasi profesi terkait yang diakui oleh pemerintah.
  8. Surat keterangan dari pimpinan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau POLRI.
  9. Surat keterangan dari pimpinan sarana pelayanan kesehatan yang menyatakan bekerja pada sarana yang bersangkutan.
  10. Pasfoto berwarna terbaru ukuran 4×6 cm sebanyak tiga lembar.
  11. Rekomendasi dari Organisasi Profesi Kebidanan.
  12. Terakhir, surat pernyataan di atas kertas bermaterai Rp6.000 dari pemohon yang menyatakan: Akan bekerja sama dengan puskesmas kecamatan setempat, Tidak melakukan tindakan aborsi, dan Akan melakukan penapisan pada ibu bersalin.
Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar

  Subscribe  
Notify of
Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker