Teknik Perawatan Luka dengan Madu, Ini Faktanya!

Manfaat Teknik Perawatan Luka dengan Madu

Senyumperawat.com – Teknik perawatan luka terus berkembang saat ini. Bahkan sampai ada pelatihan bersertifikat saat ini. Tak cukup di situ, bahkan ada gelar khusus bagi yang sudah lulus pelatihan. Terlepas dari itu semua, sebagian dari kita tentunya pernah mengalami luka. Faktanya, banyak bahan alam yang bisa digunakan semisal madu. Lalu apa saja ya kira-kira manfaat teknik perawatan luka dengan madu tersebut?

Madu itu manis, kebanyakan begitu. Tapi ada juga ternyata madu yang rasanya pahit. Tergantung nektar bunga apa yang diambil. Madu ini selain sebagai bahan konsumsi dalam makna diminum, juga sangat baik untuk penyembuhan luka.

Muat Lebih

Luka apa saja yang bisa diobati pakai madu?

Tentunya tidak semua luka bisa diobati dengan madu. Terlebih itu luka hati, eaaaa. Teknik perawatan luka dengan madu biasa dilakukan untuk jenis luka tertentu. Beberapa di antaranya adalah

  1. Luka karena trauma atau cedera seperti lecet atau luka potong.
  2. Luka bakar.
  3. Luka karena terlalu lama berbaring di kasur, biasanya pada lansia yang dirawat.
  4. Luka karena aliran darah yang tidak lancar, terutama pada kaki dan orang tua.
  5. Luka kaki pada pengidap diabetes.

Selain dari luka-luka tersebut, memerlukan riset lebih lanjut. Madu sendiri memiliki banyak komponen penyembuh luka yang ampuh. Itulah yang memberikan efek positif tatkala dijadikan sarana untuk perawatan luka. Dikutip dari Hellosehat, ada beberapa komponen istimewa dalam madu yang sangat cocok untuk teknik perawatan luka dengan madu sebagai medianya.

Kandungan gula yang unik

Madu terdiri dari hampir seluruhnya gula. Madu pun terdiri dari glukosa dan juga fruktosa. Hanya saja persentase glukosa dan fruktosa dalam madu berbeda dengan persentase pada gula biasa.

Madu memiliki komponen dengan nilai 30 persen glukosa dengan kandungan fruktosa di bawah 40 persen. Sisanya, ada sekitar 20 persen gula lainnya dalam bentuk yang lebih kompleks, dan juga sejenis serat bernama dextrin.

Komponen gula dalam madu ini dapat menarik air dari jaringan yang rusak akibat luka. Efek ini dapat meredakan pembengkakan serta merangsang aliran getah bening menuju area tersebut. Cairan getah bening akan membawa sel darah putih untuk mencegah infeksi.

Tidak hanya itu, gula dalam madu juga menarik air keluar dari sel bakteri. Bakteri pun tidak bisa berfungsi ataupun memperbanyak diri. Lambat laun, bakteri di sekitar area luka akan mati sehingga luka terlindungi dari infeksi.

Antioksidan

Manfaat lain yang jarang diketahui dari madu adalah mencegah munculnya bekas luka. Peradangan pada luka bisa memicu pembentukan radikal bebas. Seiring waktu, radikal bebas akan merangsang produksi kolagen berlebih sehingga terbentuk keloid atau bekas luka menonjol.

Kandungan antioksidan pada madu dapat menangkal radikal bebas pada jaringan luka dan mencegah pembentukan keloid. Saat dioleskan pada luka, kandungan ini akan merangsang pembelahan sel sehingga terbentuk jaringan kulit yang lebih halus.

Senyawa antibakteri

Madu mengandung banyak senyawa antibakteri, di antaranya nitrogen monoksida dan hidrogen peroksida. Nitrogen monoksida bekerja dengan memicu respons kekebalan tubuh, meredakan peradangan, serta menghambat pergerakan bakteri.

Sementara itu, hidrogen peroksida membunuh bakteri di sekitar area luka, merangsang pembelahan sel baru, serta memancing makrofag. Makrofag adalah sel darah putih yang ‘memakan’ bakteri ataupun zat asing lain yang dianggap mengancam tubuh.

pH rendah

Nilai pH menggambarkan tingkat keasaman suatu larutan. Semakin rendah nilai pH, semakin asam sifat larutan tersebut. Manfaat madu untuk luka berasal dari nilai pH-nya yang rendah, yakni antara 3,2 hingga 4,5.

Ketika dioleskan pada luka, pH madu yang rendah mencegah kinerja enzim protease. Hal ini sangat penting bagi pemulihan luka, sebab jika terdapat protease, enzim ini akan memecah protein sehingga luka menjadi sulit disembuhkan.

Pos terkait