Kenapa Dilarang Meniup Makanan dan Minuman Panas?

Senyumperawat.com – Di kalangan umat Islam, kita dilarang meniup makanan atau minuman karena ada hadits yang jelas menerangkannya. Ternyata, dalam riset ilmiah pun hal ini dibenarkan. Ada alasan yang sangat rasional kenapa meniup makanan dan minuman itu dilarang.

Bagi sebagian orang, makan atau minum dalam kondisi panas adalah hal yang beresiko tinggi. Maka terkadang meniupnya adalah solusi praktis agar cepat dingin dan bisa segera disantap. Itu hal yang cukup rasional pula untuk dilakukan. Sebab bagi orang yang cukup sibuk, waktu akan sangat berharga sehingga mananti dingin akan cukup menyita waktu.

3 alasan kenapa dilarang meniup makanan dan minuman

Tapi, ternyata kebiasaan ini malah memberikan dapat buruk untuk kesehatan lho. Kebiasaan meniup makanan ataupun minuman yang panas bisa menyebabkan virus masuk ke dalam tubuh dengan mudahnya.

Dikutip dari The Healthy, 3 hal ini bisa terjadi jika terbiasa mengkonsumsi makanan atau minuman yang ditiup.

1. Terjadi kontaminasi virus dan bakteri

Saat terbiasa meniupnya, itu akan memudahkan virus maupun bakteri yang ada di mulut untuk berpindah ke makanan akan semakin besar, apalagi jika ditiup oleh orang lain. Jika seseorang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi, maka akan ada peluang untuk tertular virus dari si peniup.

Menurut studi mikrobiologi, saat meniup ada lebih banyak koloni bakteri yang tertanam dalam makanan. Meskipun penelitian ini belum cukup kuat, tapi seseorang bisa terkena berbagai virus penyakit seperti influenza, TBC, hingga hepatitis. Penyebaran penyakit ini mudah ditularkan melalui udara.

2. Terjadi ketidakseimbangan asam dalam darah

Saat meniup, gas yang keluar dari mulut adalah CO2 atau gas karbondioksida. Gas ini akan membentuk senyawa yang bernama asam karbonat (carbonat acid). Karena bersifat asam, senyawa tersebut dapat memicu ketidakseimbangan pH dalam darah.

Tapi, ketidakseimbangan ini hanya bisa dilihat setelah dilakukan pemeriksaan oleh medis. Kadar pH yang normal berkisar antara 7,35 sampai 7,45. Dapat dikatakan terlalu asam bila kurang dari 7,35 yang disebut dengan kondisi asidosis.

Gangguan keseimbangan asam basa ini terjadi jika kadar asam dan basa dalam darah tidak seimbang, sehingga bisa mengganggu kinerja berbagai organ tubuh.

3. Memicu masalah kesehatan

Masalah lainnya yang bisa timbul dari meniup makanan adalah bisa memicu problem kesehatan. Jika makanan mengandung kalsium oksida (CaO) dan bereaksi dengan CO2 dari nafas saat ditiup, akan menghasilkan batu kapur atau CaCO3. Saat endapan dari CaCO3 semakin banyak, bisa memicu terbentuknya batu pada ginjal.

Hadits yang melarang meniup makanan dan minuman panas

Hadis dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ، وَإِذَا أَتَى الخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ…

Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan…
(HR. Bukhari 153).

Hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas.
(HR. Ahmad 1907, Turmudzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

An-Nawawi mengatakan,

والنهي عن التنفس في الإناء هو من طريق الأدب مخافة من تقذيره ونتنه وسقوط شئ من الفم والأنف فيه ونحو ذلك

Larangan bernafas di dalam gelas ketika minum termasuk adab. Karena dikhawatirkan akan mengotori air minum atau ada sesuatu yang jatuh dari mulut atau dari hidung atau semacamnya.
(Syarh Shahih Muslim, 3/160)

Hal yang sama juga disampaikan Ibnul Qoyim,

وأما النفخ في الشراب فإنه يكسبه من فم النافخ رائحة كريهة يعاف لأجلها ولا سيما إن كان متغير الفم وبالجملة : فأنفاس النافخ تخالطه ولهذا جمع رسول الله صلى الله عليه و سلم بين النهي عن التنفس في الإناء والنفخ فيه

Meniup minuman bisa menyebabkan air itu terkena bau yang tidak sedap dari mulup orang yang meniup. Sehingga membuat air itu menjijikkan untuk diminum. Terutama ketika terjadi bau mulut. Kesimpulannya, nafas orang yang meniup akan bercampur dengan minuman itu. Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkan larangan bernafas di dalam gelas dengan meniup isi gelas.
(Zadul Ma’ad, 4/215).

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar

  Subscribe  
Notify of
Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker