Bagaimana Jika Perawat Digaji 51 Juta Seperti Stafsus yang Itu?

Bagaimana Jika Perawat Digaji 51 Juta Seperti Stafsus yang Itu

Senyumperawat.com – Tidak semua pekerjaan melulu soal gaji. Benar, apalagi mereka yang memilih untuk tidak berpofesi sebagai pegawai atau karyawan, tentu lebih fokus untuk bisnisnya. Atau Anda adalah seorang pekerja sosial yang tak butuh imbalan. Tapi untuk profesi yang memposisikan diri Anda sebagai pegawai atau karyawan, istilah gaji tidak bisa dilepaskan. Kalau bahasa jual belinya kurang lebih Anda menjual keahlian profesi Anda dan pihak lain membelinya. Dalam kasus jual beli, tentu harus ada transaksi. Di sini, gaji adalah sebagai alat transaksinya. Kira-kira, bagaimana jika perawat digaji 51 juta per bulannya?

Begitu pun ketika Anda berprofesi sebagai tenaga kesehatan, perawat misalkan. Profesi sebagai perawat adalah profesi yang mestinya memiliki posisi yang baik dalam sebuah negara. Namun, kalau menilik fakta di lapangan tampaknya perhatian kepada profesi ini tidak sepesat profesi sebagai gamer (pemain game) online atau pegiat media sosial.

Muat Lebih

Jasa medis masih sering telat

Sepanjang tahun 2019 ini, masih ada beberapa berita yang mengabarkan kalau jasa medis telat dibayarkan. Akibatnya ada yang mogok kerja hingga mendemo pihak instansi. Bahkan beberapa waktu lalu sampai ada yang memecat para pegawai honorer karena pihak rumah sakit mengalami defisit anggaran.

Kalau melihat berbagai macam kasus honor yang semacam itu, rasanya wajar jika pelayanan kesehatan masih belum optimal. Tidak bisa dibantah dengan teori semata bahwasanya nilai harga sebuah pekerjaan akan berbanding lurus dengan apresiasi yang diberikan.

Ketika mendapatkan kabar ada sebuah staf khusus yang akan dianggarkan gaji masing-masingnya sebesar 51 juta, tentu itu bukan nilai yang sedikit. Beban kerja yang tak bersinggungan dengan nyawa, berbeda dengan para perawat yang selama ini mendapati resiko itu. Tapi memang kebijakan adalah haknya yang membuat kebijakan.

Itu juga bagian dari konsekuensi menjadi seorang pegawai. Pegawai apa pun itu, baik pemerintah mau pun swasta. Terserah yang membuat kebijakan akan menghargai berapa sebuah profesi. Intinya, jika si pembuat kebijakan ingin menggaji seseorang dengan harga tinggi tapi menggaji rendah profesi lain ya itu tergantung si pembuat kebijakan itu.

Baca: Siapa Salah Siapa Menderita, Gaji Honorer Perawat dan Bidan Bermasalah

Nah, kira-kira jika perawat digaji 51 juta sebulan itu cukup lazim di luar negeri. Bahkan karena sedikitnya peminat untuk profesi yang bersinggungan langsung dengan nyawa pasien itu sampai-sampai mereka mengimpor perawat dari Indonesia. Bisa dibandingkan mungkin bagaimana harga sebuah profesi itu sejatinya mahal atau tidak tergantung dari pembuat kebijakan.

Baca: Bidan Pustu 8 Bulan Tak Digaji, Rosalina: Tolong Bantu Saya Presiden Jokowi

Tetap semangat, tetap beramal, Allah yang sejatinya jauh lebih paham apa yang kita butuhkan. Allah pula yang mengatur berapa rejeki yang akan kita dapatkan. Namun itu semua juga tergantung bagaimana kita mengetuk pintu langit untuk menurunkan rejekinya seberkah-berkahnya, sebanyak-banyaknya.

Pos terkait