Sosialisasi Metode Rekrutmen PKHI Terbaru di RSUD dr Soedirman Kebumen

Eka juga mengingatkan Senyumperawat.com – Bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedirman Kebumen Jawa Tengah, acara seminar bagi Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) ini diadakan. Kegiatan seminar dan workshop bertema “Metode Rekrutmen PKHI Terbaru 1414 H”. diprakarsai oleh Yayasan Haji Sehat bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Dihadiri oleh 290 orang peserta, acara ini diikuti oleh berbagai profesi di bidang kesehatan. Di antaranya ada dokter, spesialis, perawat, analis kesehatan, rekam medik, radiografer, ahli gizi dan tenaga kesehatan lainnya.

Pemateri dari Puskes Haji

Selain menyampaikan seputar metode rekrutmen PKHI terbaru, juga disampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksaan Puskes Haji. Dikabarkan dalam laman Puskes Haji, acara ini dibuka oleh ketua PPNI RSUD dr Soedirman Kebumen, Mutholib, S.Kep, Ners. Selaku narasumber antara lain:

  1. Kepala Pusat Kesehatan Haji Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc,
  2. Kepala Bidang PSDK dan Fasyankes Pusat Kesehatan Haji dr.Indro Murwoko,
  3. Kepala Sub Bidang PSDK Haji Firdaus, ST, MT, MKM., Udi Wahyudi, S.Kep,Ners, M.Kep.

Baca juga: Panduan Lengkap Pendaftaran Rekrutmen PKHI (Petugas Kesehatan Haji Indonesia)

Dalam paparan materinya Kepala Pusat Kesehatan Haji Dr.dr.Eka Jusup Singka, M.Sc menyampaikan materi seputar persiapan haji. Dalam Kesehatan Haji ada 4 Faktor yang harus dipersiapkan setiap tahunnya oleh Pusat Kesehatan Haji, antara lain:

  1. Persiapan Jemaah Haji yang istithaah;
  2. Petugas yang SHARI (Sigap, Handal, Amanah, Responsif, Inisiatif-Inovatif);
  3. Sarana dan Prasarana Kesehatan Haji di Arab Saudi (Ambulance, obat dan perbekkes, Kartu Kesehatan Jemaah Haji/KKJH, Klinik Kesehatan Haji Indonesia/KKHI di Mekkah dan Madinah). Kemkes telah menyiapkan 70,9 ton obat-obatan telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan Pada Tahun 2019, jadi jangan bilang obat tidak tersedia, dan jangan mencari obat yang tidak ada. Semua obat telah tersedia;
  4. Strategi penyelenggaraan Kesehatan Haji oleh Pusat Kesehatan Haji (penyiapan profil kesehatan Jemaah Haji, strategi TPP, TGC dan TKR, dll).

Selain itu Eka juga mengingatkan tentang teori faktor risiko dengan status kesehatan jamaah haji. Sekian banyak persoalan kesehatan jama’ah haji bisa dijaga dengan upaya:

  1. Promotif preventif,
  2. Pengobatan yang benar dan tepat
  3. Fasilitas pelayanan Kesehatan Haji yang baik.

Pada kesempatan ini pula Eka menjelaskan bahwa “semua petugas kesehatan Haji tahun 2020 nanti boleh berhaji, tidak ada larangan untuk melakukan Ibadah Haji, tetapi sebagai petugas Haji gayanya tidak boleh seperti Jemaah Haji, tetap mengutamakan tugas untuk melayani tamu-tamu Allah”.

Baca juga: Tutorial Lengkap Mendaftar Sebagai Petugas Kesehatan Haji 2020

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan telah mendapat 10 buah penghargaan dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. Pada tahun 2016 sebanyak 1 buah penghargaan, tahun 2017 sebanyak 2 buah penghargaan, tahun 2018 sebanyak 3 buah penghargaan, dan tahun 2019 sebanyak 4 buah penghargaan”.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker