PPNI Gorontalo Aksi Tolak Kriminalisasi Perawat, Gaji Tak Seberapa Resikonya Dipenjara

Senyumperawat.com – Ribuan perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Gorontalo, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Rabu (9/10). Aksi tersebut menyerukan tolak kriminalisasi perawat. Berlatar belakang beberapa kasus yang telah terjadi dimana perawat begitu mudahnya disangkutkan ke ranah hukum.

Ribuan massa itu turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait perlindungan dan nasib perawat di Gorontalo.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo harus dapat membuat Perda mengenai perlindungan terhadap perawat, agar tidak ada lagi kriminalisasi,” ungkap Rhein Djunaid, Ketua PPNI Provinis Gorontalo dalam orasinya dikutip dari Kumparan.

Baca juga: Jumraini Dibebaskan dari Penjara, Kini Jadi Tahanan Kota

Aksi mereka mendapat pengawalan dari polisi. Mereka mengawali aksi dari simpang lima yang menghubungkan Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo. Lalu aksi berlanjut di depan DPRD Provinsi Gorontalo.

Saat diwawancarai, Ketua PPNI Rhein Djunaid mengungkapkan, saat ini banyak terjadi kriminalisasi terhadap perawat. Seperti kasus hukum yang menimpa salah satu perawat yang ada di Lampung Utara. Perawat tersebut sedang menghadapi proses hukum lantaran dituduh melakukan malapraktik saat menanangi pasien yang tertusuk paku.

“Kami turun ke jalan bukan untuk mengganggu ketertiban. Tetapi kami turun untuk rasa solidaritas kami terhadap rekan perawat di Kabupaten Lampung Utara yang di penjara karena tuduhan sebagai penyebab kematian pasien,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Rhein, kasus yang serupa juga terjadi di salah satu rumah sakit di Indonesia. Seorang perawat yang sementara bertugas di ruangan emergency, dilempari dengan gantungan kunci sampai berdarah dan bahkan ditendang oleh keluarga pasien. Oleh karenanya, aksi ini memang salah satu tuntutannya adalah tolak kriminalisasi perawat.

Baca juga: Perawat Jumraini Dipenjara Padahal Sedang Hamil, PPNI Turun Aksi Solidaritas

“Maka kami menuntut perlindungan dari pemerintah, lantaran sudah beberapa kali kejadian kekerasan dan intimidasi terhadap perawat,” ungkapnya.

Seraya menambahkan, “Kami juga meminta agar distribusi perawat ke daerah dilakukan merata untuk memaksimalkan pelayanan,” pungkas Rhein.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker