Perawat Jangan Mau Digaji Rendah, Minimal 3 Kali UMP

Perawat Jangan Mau Digaji Rendah, Minimal 3 Kali UMP

Senyumperawat.com – Masalah utama profesi perawat hingga hari ini adalah tentang kesejahteraan. Hal ini pernah diungkapkan oleh Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah. Ia mengatakan tantangan terbesar profesi perawat sekarang ini adalah bagaimana memberikan kesejahteraan yang layak bagi profesi bidang kesehatan tersebut. Ia juga pernah mengatakan gaji perawat itu minimal 3 kali UMP. Ini juga penting diperhatikan bahwa sebagai perawat jangan mau digaji rendah.

“Kesejahteraan merupakan pekerjaan rumah atau PR yang besar bagi kami,” kata Harif Fadhillah pada 2017 silam.

Muat Lebih

Padahal kata dia kualitas perawat di Indonesia saat ini semakin meningkat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ilmu keperawatan yang ada saat ini terus berkembang cepat.

“Perawat sekarang semakin baik bukan lagi sebagai hanya pembantu dokter atau perangkat medis lainnya karena dia punya ilmu sendiri,” katanya dikutip dari laman Republika.

Ia mengatakan perkembangan keperawatan semakin baik karena perawat saat ini bukan hanya lulusan SMA/SMK tetapi juga pendidikan tinggi bahkan samapai S3 atau doktor.

Baca juga: Peran PPNI dalam Penanganan Korban Konflik Wamena

Jadi lanjut dia kita punya masalah PR besar tentang kesejahteraan. Padahal perkembangan ilmu pengetahuannya sangat cepat tetapi tidak diikuti oleh proses pengakuannya.

Perawat jangan mau digaji rendah

“Masih banyak perawat kita di swasta yang digaji rendah harusnya bukan Upah Minimum Provinsi (UMP) karena ini profesi punya keahlian khusus jadi seharusnya tak dihargai dengan UMP. Kalaupun UMP minimal 3 kali UMP,” harapnya.

Baca juga: Perawat Merupakan Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan

Namun ia mengakui kondisi ini sulit capai, tapi kesehteraan harus terus kita perjuangkan. Perawat jika sudah bertemu pasien maka yang muncul adalah pengadiannya.

“Sebagai profesi punya keahlian khusus, sekolah khusus, gajinya di bawah administrasi, bahkan cleaning service. Seharusnya mereka bisa lebih dihargau,” ujarnya.

Pos terkait