Peran PPNI dalam Penanganan Korban Konflik Wamena

Senyumperawat.com – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berkomitmen membantu penanganan korban konflik wamena. Peran aktif PPNI ini dibuktikan dengan berbagai langkah sigap setelah mendapat kabar konflik tersebut semakin meluas.

Mengamati situasi terakhir di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua diperlukan penanganan yang komprehensif agar layanan kesehatan tetap berjalan dengan baik.

Keterlibatan PPNI tersebut berupa penanganan korban konflik wamena. Juga menjamin keselamatan perawat maupun tenaga kesehatan lainnya. Itu semua dilakukan demi keberlangsungan pelayanan kesehatan disana.

Untuk itulah, Kementerian Kesehatan RI melibatkan TNI, POLRI (Bidang Kesehatan), PPNI dan organisasi profesi kesehatan lainnya pada kegiatan pers conference dalam rangka mendapatkan solusi yang tepat penanganan layanan kesehatan di Wamena.

Baca juga: Masih Ada 37 Perawat Hebat yang Bertahan Merawat Korban Kerusuhan Wamena

“Kita kan ada struktur kepengurusan PPNI yang ada di Kabupaten Jayawijaya. DPD PPNI disana juga memberikan laporan secara update kontinyu kepada kita (DPP PPNI) terkait dengan pelayanan khususnya kondisi perawat-perawat disana. Termasuk juga perawat Nusantara Sehat,” ucap Harif Fadhillah dalam penjelasannya usai mengikuti pers conference di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Melalui keterangan yang didapat, Ketua Umum DPP PPNI menjelaskan bahwa sejauh ini tidak ada masalah dengan perawat. Seperti yang dialami dokter yang ada dibunuh dan lain sebagainya.

“Ada juga laporan perawat yang sedang mengamankan diri ke gereja atau di Rumah Sakit. Tapi pada umumnya mereka sudah mulai kembali lagi beraktivitas. Walaupun pada awal-awalnya ada fasilitas kesehatan yang belum bisa beroperasional, tapi kondisinya hingga saat ini sudah semakin membaik,” jelasnya.

Pengiriman tim untuk penanganan korban konflik wamena

Berdasarkan keterangan yang ada, Harif Fadhillah menjelaskan bahwa beberapa hari ini sudah akan dibentuk tim. Ada sekitar 20 orang tenaga kesehatan, 15 orang diantaranya adalah perawat yang akan terlibat dikirim ke sana.

“Keamanan dalam melaksanakan tugas juga menjadi sangat penting agar kita memberikan pelayanan secara baik dan berkualitas. Oleh karena itu, bilamana perawat atau tenaga kesehatan itu ingin melindungi diri sendiri dari keadaan yang mencekam itu sesuatu yang manusiawi,” tegas Harif Fadhillah.

Dikatakannya, bahwa jaminan keamanan merupakan prioritas. Untuk itulah dalam kondisi apapun menjadi tugas negara untuk dapat memberikan rasa aman disaat perawat memberikan pelayanan. Khususnya memberikan pelayanan kesehatan pada wilayah yang tidak kondusif.

Dijelaskannya pula, hingga saat ini Kemenkes RI telah melakukan upaya-upaya dengan pihak terkait dalam rangka melindungi tenaga kesehatan yang saat ini masih bertugas di Wamena.

Baca juga: Kehebatan Dokter, Perawat dan Bidan yang Bertugas di Tengah Kerusuhan Wamena

“Ibu Menteri Kesehatan (Nila F Moeloek) juga sudah berkoordinasi di tingkat Kementerian, dengan Departemen Hukum & Ham serta pihak terkait lainnya, akan adanya pelayanan kesehatan yang sifatnya gabungan yang dikawal oleh TNI dan POLRI,” tutupnya. (Source: ppni-inna)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker