Kumpulan Foto Aksi Perawat Lampung Putihkan Kota Bumi Tuntut Keadilan Jumraini

Senyumperwat.com – Aksi perawat Lampung putihkan Kota Bumi untuk menunjukkan empatinya pada Jumraini berlangsung damai. Penahanan yang dilakukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara (Lampura) terhadap Jumraini, perawat RSUD Ryacudu, Kotabumi, dalam perkara dugaan malpraktek, memantik solidaritas rekan-rekan sejawatnya sesama perawat.

Lebih dari 3 ribu perawat yang tergabung di Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) se-Provinsi Lampung, menggelar aksi solidaritas di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Kamis (3/10) seperti diberitakan rmol.

Aksi solidaritas dari para perawat Lampung menuntut keadilan pada profesi perawat.
Aksi solidaritas dari para perawat Lampung menuntut keadilan pada profesi perawat.

Aksi perawat Lampung

Aksi solidaritas yang dikomandoi oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPNI Provinsi Lampung, Dedi Aprizal. Aksi dilakukan di 3 titik yakni Stadion Sukung Kotabumi, Pengadilan Negeri Kotabumi, dan berakhir di kantor Pemkab Lampura.

Ribuan perawat Lampung tunjukkan aksi solidaritas di depan pengadilan negeri Kota Bumi
Ribuan perawat Lampung tunjukkan aksi solidaritas di depan pengadilan negeri Kota Bumi (Foto: Radarlampung)

Dedi Aprizal mengungkapkan, aksi solidaritas tersebut merupakan bentuk empati terhadap rekan sejawatnya Jumraini. Sebab Dimana Jumraini didakwa atas dugaan dakwaan Malpraktik. Padahal berdasarkan hasil kajian badan hukum PPNI tuduhan tersebut tidak berdasar.

Saya dan rekan sejawatnya berharap agar Jumraini dapat segera diberikan penangguhan dan dibebaskan dari perkara tersebut,” ujarnya.

Kronologi kasus perawat Jumraini

Ribuan perawat se-Lampung padati Jalan Jenderal Sudirman, Kotabumi depan kantor PN Kotabumi, Lampung Utara dalam aksi damai, Kamis, 3 Oktober 2019. (Foto: Lampost.co)

Mengenai Kronologis kejadian menurut pengetahuannya, saat itu perawat Jumraini, menerima pasien yang sebelumnya pernah ditangani pihak puskemas Bumiagung. Dengan riwayat diduga terkena luka tusuk oleh paku, dan pasien tersebut diketahui datang ke rumah Jumraini, sudah terkena luka infeksi dan suhu tubuhnya sudah tinggi. Informasi tersebut juga didapatkan dari Puskesmas Bumiagung.

Tolak kriminalisasi perawat, spanduk protes atas ketidakadilan hukum pada Jurmaini
Tolak kriminalisasi perawat, spanduk protes atas ketidakadilan hukum pada Jurmaini

Karena pasien kesakitan, dengan kondisi luka yang terinfeksi, akhirnya Jumraini menyarankan untuk dirujuk ke RSD Ryacudu Kotabumi. Setelah itu pertolongan pertama, Jumraini memberikan obat penurun panas dan penghilang rasa sakit.

Namun ternyata pasien tidak dirujuk oleh keluarganya ke RSD seperti yang telah dianjurkan Jumraini. Keesokan harinya, pasien kembali datang kerumah Jumraini, namun Jumraini sedang tidak ada di rumahnya, maka pasien bertemu dengan ibunda Jumraini.

Lebih dari 3 ribu perawat menuntut keadilan pada profesi perawat yang begitu mulia. (Foto: Tribunlampung)

Lanjut Dedi, karena tidak tega melihat kondisi pasien yang terlihat pucat dan lemas, ibunda Jumraini menyarankan agar pasien segera dibawa ke RS, setelah di bawa ke RS ternyata pasiennya meninggal dunia.

Sementara Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi, Vivi Purnamawati mengatakan, persidangan atas terdakwa Jumraini akan dilaksanakan pada 8 Oktober mendatang.

Vivi mengatakan, hakim yang menangani perkara tersebut akan bekerja dengan baik dan secara profesional. Berkaitan dengan permohonan penangguhan penahanan, Vivi akan sampaikan kepada majelis hakim yang menanganinya.

Siapapun pengacaranya harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada majelis hakim yang menangani kasus tersebut,” ujarnya.

Di Kantor Pemkab Lampura, perwakilan dari ribuan massa PPNI tersebut disambut Wakil Bupati Lampura Budi Utomo, Plt Sekda Sopyan dan jajarannya.

Budi Utomo menegaskan, akan mendukung dan membantu untuk mendorong agar perkara tersebut dapat segera diselesaikan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada.

Terpisah, Kapolres Lampura AKBP Budiman Sulaksono menjelaskan, untuk pengamanan aksi itu diturunkan sebanyak 453 personil gabungan.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker