Ini Alasan Kenapa Ada Perawat yang Tidak Ramah, Berikut Solusinya

Ini Alasan Kenapa Ada Perawat yang Tidak Ramah, Berikut Solusinya

Senyumperawat.com – Saat seseorang mengalami sakit dan harus dirawat di pusat pelayanan kesehatan, maka ia pasti mengharapkan pelayanan prima. Baik dari segi fasilitas yang memadai hingga para petugas kesehatan yang ramah. Tapi terkadang salah satu dari hal itu tidak didapatkan. Misalkan menjumpai ada perawat yang tidak ramah. Padahal yang diharapkan dari para perawat itu saat memberi perawatan adalah dengan senyum ramahnya.

Di satu sisi tidak ada yang salah sebagai pasien mengharapkan pelayanan prima semacam itu. Di sisi lain lagi, jangan sampai karena pelayanan satu atau dua petugas yang kurang ramah membuat citra profesi turun.

Muat Lebih

Faktor penyebab ada perawat yang tidak ramah

Hal ini pernah diungkapkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK) UI Junaiti Sahar seperti dimuat Jawapos. Ia meminta seluruh perawat untuk tetap mengutamakan rasa humanis dan kepedulian. Menurutnya, aturan tersebut merupakan aturan dalam ilmu keperawatan.

“Kita sudah ada caring kepedulian yang tinggi agar ramah. Memang perlu menggali kenapa mereka (perawat) enggak ramah,” kata Junaiti.

Baca juga: Perawat Jangan Mau Digaji Rendah, Minimal 3 Kali UMP

Salah satu penyebabnya, kata dia, bisa jadi karena beban kerja mereka terlampau tinggi. Sikap pasien juga seringkali menganggap peran perawat tidak begitu penting. Banyak pula pekerjaan non perawat yang dikerjakan oleh perawat.

“Bisa jadi bebannya tinggi. Seolah-olah perawat tak ada artinya apa-apa. Tetapi perawat itu bantu pasien perannya sampai pekerjaan non perawat juga dikerjakan,” katanya.

Jika sudah begitu, Junati menjelaskan hal itu menjadi salah satu faktor alasan perawat terkadang bersikap kurang ramah. Apalagi jika dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan.

“Bagaimana bisa senyum. Tetapi ilmu kami enggak boleh begitu, wajib harus tetap senyum. Kalau kita di pendidikan enggak beda, kita happy saja. Tetapi di lapangan tidak demikian,” katanya.

Perawat yang kurang waktu tidur juga dapat mengganggu pelayanan terhadap pasien Junaiti juga sering mengingatkan kepada mahasiswanya untuk selalu senyum menghadapi pasien.

“Misalnya dari pagi sampai malam enggak tidur. Kesejahteraan mereka juga jauh dari negara-negara maju. Kami ingatkan ke mahasiswa jika kesal dengan pasien anggap saja itu orangtua sendiri. Perawat juga manusia,” tegasnya.

Antara beban kerja dengan kesejahteraan

Faktor yang menjadi latar belakang kenapa ada perawat yang tidak ramah tentunya mesti ditinjau dari internal dan eksternal. Kalau dari sisi ekternal, mungkin sudah disampaikan di atas. Di antaranya adalah

  1. Beban kerja
  2. Kesejahteraan

Untuk alasan tersebut, tentunya solusi yang diharapkan adalah semuanya bisa teratasi dengan baik. Jika meninjau tentang beban kerja, berarti ini terkait manajemen setempat. Perlu perhitungan yang matang antara jumlah perawat dengan jumlah pasien. Jangan sampai suatu pusat pelayanan kesehatan kekurangan tenaga perawat sedangkan pasiennya tidak dapat dibendung dari sisi jumlah.

Kondisi demikian akan mengakibatkan beban kerja perawat semakin tinggi. Jika berlangsung terus-menerus tidak menutup kemungkinan rasa lelah akan memicu sikap tidak ramah.

Baca juga: Perawat Kompak Mogok Kerja di Portugal Tuntut Naik Gaji

Satu lagi hal sensitif yang perlu dikaji adalah perihal kesejahteraan. Beban kerja tinggi ditambah dengan sistem penggajian yang masih saja belum layak, akan memicu pelayanan yang tidak maksimal. Kasus seperti ini tidak hanya terjadi di pusat pelayanan kesehatan saja. Sepertinya profesi lain pun akan mengalami problem yang sama jika alasannya karena ini. Jadi, solusinya adalah tingkatkan kesejahteraan para perawat tersebut.

Untuk faktor internal, ini yang penilaiannya terkait karakter dasar seseorang. Ada memang orang-orang yang secara sikap tidak ramah. Senyum saja rasanya sulit baginya. Tipe orang dengan karakter seperti ini memang perlu adanya perubahan pada dirinya sendiri. Tapi ini hanya sebagian kecil saja kasus yang melibatkan karakter personal. Solusinya adalah dengan merubah sikap personal tersebut. Bisa dengan memberikan pelatihan pembentukan karakter atau semacamnya.

Secara umum, semua orang tidak ada yang tidak bisa ramah. Namun mungkin ada faktor yang melatarbelakanginya. Butuh pemecahan masalah untuk bisa mengantisipasi hal itu. Khususnya keterlibatan para pengambil kebijakan untuk menaikkan taraf kesejahteraan perawat. Tidak dipungkiri bahwa perawat adalah profesi dengan jenjang karir profesional. Maka perlu kebijakan yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan yang profesional pula.

Pos terkait