IDI Lampura: Kasus Jumraini Harus Mendapat Pertimbangan Penangguhan Penahanan

IDI Lampura: Kasus Jumraini Harus Mendapat Pertimbangan Penangguhan Penahanan

Senyumperawat.com – Persatuan Ikatan Dokter Lampung Utara turut prihatin atas kasus Jumraini. Ini berkaitan dengan dugaan malpratik yang disangkakan terhadap perawat tersebut hingga akhirnya ditahan. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampura Sri Haryati, Minggu, 6 Oktober 2019 dikutip dari Lampost.

Ia prihatin kasus yang menimpa Jumraini harus sampai ke jalur hukum. Saat ini Jumraini, ditahan. Ia memiliki anak yang masih menyusui.

Muat Lebih

“Secara kemanusian, Jumraini harus mendapat pertimbangan untuk dikabulkan dalam penangguhan penahanan sementara,” ujarnya.

Baca juga: Muncul Tagar #SavePerawat #SaveJumraini di Medsos Tolak Kriminalisasi Perawat

Ia berharap semua pihak dapat menahan diri. Peran pemerintah juga diperlukan untuk menjembatani kasus Jumraini. Kejadian ini diharapkan tidak terulang kembali.

“Kalaupun ada persoalan dapat diselesaikan, sehingga jangan sampai ke jalur hukum, karena dampaknya sangat mengganggu segala bentuk pelayanan kesehatan,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) se-Lampung menggelar demonstrasi di depan kantor Pemkab Lampung Utara dan Pengadilan Negeri setempat, Kamis, 3 Oktober 2019. Aksi itu bentuk solidaritas dan keprihatian terhadap kasus yang menimpa Jumraini, perawat yang dipenjara karena dugaan malpraktik.

Baca juga: Perawat Jumraini Dipenjara Padahal Sedang Hamil, PPNI Turun Aksi Solidaritas

Dewan Perwakilan Wilayah-Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW-PPNI) Provinsi Lampung merinci kronologi sampai akhirnya Jumraini dituduhkan melakukan malpraktik. Kisahnya dimulai pada 15 Desember 2018, sekitar pukul 21.00 WIB, ketika Alex, 19, datang meminta tolong kepada Jumraini. Alex dan Jumraini memang bertetangga. Mereka tinggal di Desa Peraduanwaras, Kecamatan Bumiagung, Kabupaten Lampung Utara.

Pos terkait