Siapa Salah Siapa Menderita, Gaji Honorer Perawat dan Bidan Bermasalah

Gaji Honorer Perawat dan Bidan Bermasalah

Senyumperawat.com – Kejadian ini dialami oleh perawat dan bidan honorer di Batam. Pasalnya, mereka dituntut mengembalikan gaji honorer yang sudah mereka terima sejak Januari sampai Agustus 2019.

Jumlah gaji honorer yang harus dikembalikan sebesar Rp500 Ribu per bulan. Jadi total Rp4 juta yang harus dikembalikan selama delapan (8) bulan honor yang telah mereka terima. Sementara gaji September hingga Desember 2019, honor mereka langsung dipotong.

Muat Lebih

Pengembalian honor itu diberi tenggat waktu hingga 15 Desember 2019. Untuk perjanjian pengembalian honorer itu mereka harus menandatanganani surat bermaterai Rp 6000.

Nasib perawat dan bidan honorer

Para tenaga medis ini mengaku awalnya diundang untuk verifikasi ulang tenaga honorer. Tapi faktanya untuk menandatangani perjanjian pengembalian honorer itu.

“Kami dikumpulkan dengan undangan melalui WhatsApp yang menerangkan bahwa akan dilakukan verifikasi ulang tenaga honorer perawat dan bidan kota Batam,” kata sumber yang dirahasiakan identitasnya oleh Tribun.

Baca juga: Perawat Jangan Mau Digaji Rendah, Minimal 3 Kali UMP

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan bahwa ada kesalahan pemberian gaji sehingga honorer tersebut dikumpulkan.

“Kadinkes mengatakan kalau gaji yang sudah kami terima itu salah. Seharusnya untuk honorer tersebut diberikan Rp 3,500,000,- tapi yang diberikan Rp 4,000,000,” katanya.

Disebut juga, mereka baru akan digaji sebesar Rp4 juta itu mulai tahun 2020 mendatang. Karena sudah terlanjur diberikan, para honorer diminta mengembalikannya dan dicicil selama empat bulan ke depan.

“Mereka minta dikembalikan dari Januari sampai Agustus 2019 dengan dicicil selama empat bulan, satu juta per bulan. Sementara bulan September sampai Desember sudah langsung dipotong dari gaji, jadi kami hanya akan terima Rp 3.500.000,” katanya.

Yang membuat mereka bingung dan heran, pemotongan itu untuk tenaga honorer bidan dan perawat ini hanya berlaku di kota saja (mindland), dan tidak dengan tenaga medis dengan status sama di hinterland atau di pulau.

“Hanya bidan dan perawat yang di kota saja dipotong sebesar Rp 500 ribu,” ujarnya.

Baca juga: Akan Dibuka 31.000 Lowongan CPNS 2019 Untuk Tenaga Kesehatan

“Kadis bilang jangan ada yang merekam ini, siapa yang berani merekam ini pulang dari pertemuan ini Dia (Kadinkes) menyumpahi pulang dari sini (pertemuan) akan ditabrak oleh truk. Trus dia bilang lagi siapa yang membocorkan pertemuan ini ke orang lain, akan dipecat dan tidak akan bisa bekerja dimanapun termasuk salon kesehatan dan Spa sekalipun,” ujar sumber Tribun itu.

Sumber itu juga merasakan kejanggalan karena hanya perawat dan bidan yang honornya dipotong dengan alasan kesalahan mencatat nilai gaji mereka, sedangkan dokter dan apoteker yang satu surat keputusan dengan perawat dan bidan, tidak dipotong.

“Yang kami heran kenapa hanya perawat dan bidan, padahal SK di puskesmas itu kolektif,” ujarnya.

Perawat dan bidan itu diwajibkan mendatangi surat pernyataan yang dibubuhi materai Rp 6000.

“Perawat dan bidan diancam dan disuruh tanda tangan pengembalian uang itu dalam surat perjanjian di atas materi 6000,” ujarnya.

Penandatangan surat pernyataan itu dikawal Kepala puskesmas dan berlangsung Minggu (6/10/2019).

“Perawat dan bidan dikumpulkan hari Minggu (6/10/2019), padahal kan hari libur dan ditunggu sampai mereka tanda tangan surat tersebut,” ujarnya. (Source: Tribunbatam)

Pos terkait