Batas Usia Petugas Kesehatan Haji Maksimal 56 Tahun, Ini Tahapan Rekrutmen Untuk 2020

Senyumperawat.com – Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), batas usia petugas kesehatan haji maksimal sekarang perlu diatur. Hal ini untuk menciptakan suasana efisien dalam melaksanakan tugas sebagai petugas kesehatan yang tidak sedikit.

Batasan maksimal usianya ialah 56 tahun untuk seorang tenaga kesehatan menjadi TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia). Artinya, seseorang yang berusia di atas 56 tahun tidak bisa menjadi TKHI, sekalipun dirinya adalah dokter spesialis.

“Batasannya 56 tahun,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singkat saat menjadi pembicara tunggal di Webinar FK Universitas Indonesia di Salemba, Jakarta, Rabu (24/7).

Perihal batas usia petugas kesehatan haji maksimal 56 tahun ini sudah diatur dalam Permenkes.

“Permenkes Nomor 3 Tahun 2018 Tentang rekruitmen TKHI Pasal 5, batas maksimal 56 tahun saat mendaftar,” lanjut dia.

Eka menyampaikan hal tersebut untuk menjawab pertanyaan tentang apakah dokter spesialis bisa menjadi TKHI, meski dengan pertimbangan faktor usia.

Dia menjelaskan, Kemenkes cenderung selektif dalam menentukan tenaga kesehatan yang menjadi TKHI. Kemenkes tidak akan menerima tenaga kesehatan untuk menjadi TKHI jika usianya tidak memenuhi syarat. Alasannya, seseorang yang belum mencapai usia 56 tahun dinilai masih cukup fit untuk bekerja di lapangan, menolong jamaah haji.

“Batas 56 tahun itu menjadi pertimbangan juga bagi kami. Karena di sana itu kerja lapangan juga itu yang menjadi landasan kita,” katanya.

Eka menyebut pekerjaan TKHI di lapangan tidak ringan. Sebab, seorang TKHI harus terus bergerak (mobile), misal, mencari jamaah yang sakit saat di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Arafah). Untuk itu diperlukan tenaga kesehatan yang relatif masih muda dalam melakukan tugas ini. “Kalau TKHI muda, bisa lebih gesit, lebih cepat. Mohon maaf dokter di atas 56 tahun,” katanya.

Mengabdiikan diri kepada jamaah haji tidak mesti harus menjadi putugas TKHI. Menurut dia, masih banyak cara lain bagi seorang dokter untuk mengabdikan dirinya kepada penyelenggaraan ibadah haji.

“Menjadi konsultan dan menjadi dokter-dokter yang memberikan materi juga luar biasa pahalanya sama,” ujar dia.

Untuk informasi tambahan, dapat merujuk ke link berikut ini:

  1. Panduan Lengkap Pendaftaran Rekrutmen PKHI (Petugas Kesehatan Haji Indonesia)
  2. SHARI, Syarat Utama Mendaftar TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia) 2019
  3. Persyaratan Mendaftar TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia) Bagi Dokter dan Perawat, Bagaimana Kalau Bidan?
Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker