8 Peran Perawat yang Kadang Dilalaikan

Senyumperawat.com – Menurut teori, peran dapat diartikan sebagai seperangkat perilaku yang diharapkan oleh individu sesuai dengan status sosialnya. Dalam ruang lingkup perawat, perannya mesti sesuai dengan kewenangan sebagai perawat. Peran perawat itu sendiri bisa dimaknai dengan sebuah cara untuk menyatakan aktivitas perawat dalam praktik keperawatan. Tentunya hal ini dijalankan setelah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional sesuai dengan kode etik professional.

Peran perawat selama bertugas

Ada beberapa peran peran yang lazimnya dilaksanakan berdasarkan tugas dan tanggung jawab. Perawat memiliki peran yang vital dalam proses kesembuhan pasien di pusat pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, jika perawat tersebut tidak mendalami perannya dengan baik, maka pelayanan kesehatan akan jauh dari kata optimal.

a. Pemberi perawatan (Caregiver)

Pada peran ini perawat harus mampu memberikan pelayanan kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi. Mulai dari masalah yang bersifat sederhana sampai masalah yang kompleks. Memperhatikan klien berdasarkan kebutuhan signifikan dari klien. Perawat menggunakan proses keperawatan untuk mengidentifikasi diagnosis keperawatan mulai dari masalah fisik sampai pada masalah psikologis.

b. Pembela klien (Client Advocate)

Sebagai pembela klien tugas perawat disini adalah bertanggung jawab membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan. Termasuk juga dalam memberi informasi lain yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (inform consent) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya. Mempertahankan dan melindungi hak-hak klien yang sakit dan dirawat akan berinteraksi dengan banyak petugas kesehatan.

Baca juga: Oknum Polisi Ini Tampar Perawat RSUD Rembang Saat Melakukan RJP

Perawat adalah anggota tim kesehatan yang paling lama melakukan kontak dengan klien, sehingga diharapkan perawat harus mampu membela hak-hak klien. Seorang pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien. Pembelaan tersebut termasuk didalamnya peningkatan apa yang terbaik untuk klien, memastikan kebutuhan klien terpenuhi dan melindungi hak-hak klien.

Hak-hak klien antara lain:

  • Hak atas pelayanan yang sebaik-baiknya,
  • Hak atas informasi tentang penyakitnya,
  • Hak atas privasi,
  • Hak untuk menentukan nasibnya sediri
  • Hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian tindakan.

Hak- hak tenaga kesehatan antara lain:

  • hak atas informasi yang benar,
  • Hak untuk bekerja sesuai standar,
  • Hak untuk mengakhiri hubungan dengan klien,
  • Hak untuk menolak tindakan yang kurang cocok,
  • Hak atas rahasia pribadi dan hak atas balas jasa.

c. Konselor (Conselor)

Peran konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi tekanan psikologis atau masalah sosial untuk membangun hubungan interpersonal yang baik dan untuk meningkatkan perkembangan seseorang. Di dalamnya diberikan dukungan emosional dan intelektual.

Baca juga: Jadi Perawat Jangan Judes, Fokus ke Pasien Jangan Main Hp Terus

d. Pendidik (Educator)

Sebagai pendidik klien sejalan dengan proses keperawatan dalam fase pengkajian seorang perawat mengkaji kebutuhan pembelajaran bagi pasien dan kesiapan untuk belajar. Selama perencanaan perawat membuat tujuan khusus dan strategi pengajaran. Selama pelaksanaan perawat menerapkan strategi pengajaran dan selama evaluasi perawat menilai hasil yang didapat. Perawat membantu pasien meningkatkan kesehatannnya melalui pemberian pengetahuan yang terkait dengan keperawatan dan tindakan medik sehingga pasien dan keluarga dapat menerimanya.

e. Kolabolator (Collabolator)

Peran perawat sebagai kolabolator dapat dilaksanakan dengan cara bekerja sama dengan tim kesehatan yang lain, baik perawat dengan dokter, perawat dengan ahli gizi, perawat dengan ahli radiologi dan lain- lain dalam kaitannya membantu mempercepat proses penyembuhan klien (Mubarak, 2005). Perawat bekerja sama dengan tim kesehatan lain dan keluarga dalam menentukan rencana maupun pelaksanaan asuhan keperawatan guna memenuhi kesehatan pasien.

f. Koordinator (Coordinator)

Pada peran ini, perawat diharapkan mampu untuk mengarahkan, merencanakan, dan mengorganisasikan pelayanan dari semua anggota tim kesehatan, karena klien menerima pelayanan dari banyak profesi (Mubarak, 2009).

g. Pembawa Perubahan/Pembaharu (Change Agent)

Pembawa perubahan adalah seseorang atau kelompok yang berinisiatif merubah atau yang membantu orang lain membuat perubahan pada dirinya atau pada sistem. (Kemp, 1986). Peningkatan dan perubahan adalah komponen esensial dari perawatan. Dengan menggunakan proses keperawatan, perawat membantu klien unutk merencanakan, melaksanakan dan menjaga perubahan seperti, pengetahuan, keterampilan, perasaan dan perilaku yang dapat meningkatkan kesehatan klien tersebut.

h. Konsultan (Consultant)

Sebagai konsultan perawat berperan sebagai tempat konsultasi bagi pasien terhadap masalah yang dialami oleh pasien atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan pelajaran pelayanan keperawatan.

Referensi:

  • Asmadi, (2008).Konsep Dasar Keperawatan.Jakarta: EGC
  • Mubarak, W. I. (2005). Pengantar Keperawatan Komunitas 1. Jakarta: Sagung Seto.
  • Murwani, A. (2008). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Yogyakarta: Fitra Maya.
Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker