4 Tuntutan PPNI Atas Kasus Jumraini, Stop Diskriminasi Perawat

4 Tuntutan PPNI Atas Kasus Jumraini, Stop Diskriminasi Perawat

Senyumperawat.com – Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) tak hentinya melakukan pembelaan terhadap anggota perawatnya yang mengalami kasus hukum. Seperti yang belakangan viral yakni kasus hukum Jumraini. Ada 4 tuntutan atas kasus tersebut yang salah satunya adalah stop diskriminasi perawat.

“Kami sudah melakukan pendampingan melalui Badan Bantuan Hukum (BBH) PPNI Pusat, tentunya kami akan mengajukan penangguhan ke Majelis Hakim dan akan mengkawal pada setiap persidangan untuk memperjuangkan agar perawat kami bisa bebas,” ungkap Dedi Aprizal selaku ketua DPW PPNI Lampung, Kamis (03/10/2019).

Muat Lebih

Menurutnya, jika melihat dan memperhatikan kronologisnya, sangat disayangkan Jumraini mendapatkan tuduhan seperti itu, hingga mendapatkan perlakuan yang kurang tepat.

Jumraini, Merawat dengan Senyuman Dibalas dengan Tuduhan

Dijelaskannya, berawal dari pasien datang ke rumahnya dengan riwayat tertusuk benda yang diduga paku. Lalu pasien meminta tolong Jumraini untuk merawat lukanya. Sebelum berkenan merawat, Jumraini sudah menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan tindakan lebih baik. Tapi pihak pasien menolak dan tetap meminta Jumraini mengobati lukanya.

Baca juga: Muncul Tagar #SavePerawat #SaveJumraini di Medsos Tolak Kriminalisasi Perawat

“Melihat kondisi seperti itu, rekan sejawat (Jumraini) menyarankan untuk dirujuk ke RS. Tapi oleh keluarga pasien tidak dibawa ke RS, lalu pasien dibawa ke rumah sejawat dengan kondisi itu disertai rasa nyeri. Perawat Jumraini sudah menyarankan agar segera dibawa ke RS. Setelah Jumraini melakukan perawatan luka, lalu memberikan obat penghilang rasa nyeri dan penurun panas,” terang Dedi Aprizal.

Ditambahkan Dedi, bahwa pasien tidak juga dibawa ke RS oleh keluarganya. Beberapa hari kemudian pasien dengan kondisi pucat dan lemah dibawa ke rumah Jumraini dan hanya diterima oleh orang tua perawat. Dikarenakan Jumraini saat itu sedang bertugas pagi di RS Ryacudu Kotabumi.

Sempat pula orang tua perawat meminta agar pasien segera dibawa ke RS. Maka akhirnya dibawalah pasien itu ke RS Ryacudu Kotabumi. Namun takdir berkata lain, pada sore harinya pasien telah menghembuskan napas terakhir, menurut keterangan Dedi Aprizal.

“Lalu beredarlah informasi pasien meninggal disebabkan oleh perawat Jumraini, hingga adanya proses gugatan. Akhirnya saat ini terjadilah penahanan kepada perawat kami. Semoga informasi ini dapat menetralisir berita negatif yang sudah terlanjur beredar,” tegasnya dikutip dari ppni-inna.

Sebagai bentuk kesetiakawanan dan solidaritas atas kejadian ini, ribuan perawat PPNI se Lampung melakukan aksi damai pada Kamis (3/10/2019). Dipusatkan di Stadion Sukong, Kotabumi dan dilanjutkan bergerak menuju Kantor Pengadilan Negeri Kotabumi.

Setelah melakukan orasi, perwakilan pendemo aksi damai perawat dipertemukan dengan pejabat PN Kotabumi. Pada kesempatan itu pula perwakilan pendemo menyerahkan beberapa tuntutan atau sikap secara tertulis.

4 Tuntutan PPNI

Baca juga: Kumpulan Foto Aksi Perawat Lampung Putihkan Kota Bumi Tuntut Keadilan Jumraini

Adapun sikap tertulis yang disampaikan, di antaranya :

  1. Meminta Perawat Jumraini dibebebaskan dari segala tuntutan yang disangkakan,
  2. Meminta untuk segera mengusut tuntas oknum yang membuat Jumraini menjadi pesakitan,
  3. Memastikan tidak ada kejadian dan perlakuan serupa pada perawat dalam melayani masyarakat,
  4. Stop diskriminasi profesi perawat.

Di hadapan ketua PN Kotabumi, mereka meminta untuk segera mengabulkan permohonan penangguhan yang berkas perkaranya Jumraini telah dilimpahkan Ke PN Kotabumi beberapa hari lalu.

Menanggapi adanya tuntutan dan permohonan itu, Ketua PN Kotabumi Vivi Purnamawati tidak dapat mengabulkan permintaan tersebut dan ia menyarankan untuk membuat permohonan penangguhan penahanan kepada Majelis Hakim yang akan diagendakan perkara masalah tersebut pada Selasa, 8 Oktober 2019 mendatang.

“Silahkan ajukan permohonan penangguhan penahanan terlebih dahulu. Hal itu untuk pertimbangan pihak PN Kotabumi,” jelas Vivi.

Baca juga: Perawat Jumraini Dipenjara Padahal Sedang Hamil, PPNI Turun Aksi Solidaritas

Berkaitan dengan permasalahan hukum yang dialami Jumaini, sebelum terjadinya aksi damai, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPNI yang diketuai Harif Fadhillah telah berkoordinasi dengan pengurus DPW PPNI Lampung dan DPD PPNI Lampung Utara dalam upaya pembelaaan terhadap perawat Jumaini melalui BBH DPP PPNI.

Muhammad Siban selaku Ketua BBH PPNI dan timnya hingga kini terus memantau dan mengikuti perkembangan kasus hukum perawat Jumaini serta selalu konsisten melakukan pembelaan.

Sebelum terjadi penahanan, perawat Jumaini selalu mendapatkan pendampingan, disaat mengikuti persidangan perdana Praperadilan, Selasa (9/7/2019) dan sidang lanjutan hasil keputusan Prapradilan, terakhir Kamis (18/7/2019) yang menyatakan eksepsi pembelaan dari BBH PPNI ditolak oleh Majelis Hakim.

Pos terkait