Teknik Komunikasi Terapeutik Pada Pasien dengan Gangguan Penglihatan

Senyumperawat.com – Teknik komunikasi terapeutik tiap klien tidak sama, oleh karena itu diperlukan penerapan teknik berkomunikasi yang berbeda pula. Hal ini mengingat komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang memiliki substansi sebagai terapi. Sehingga dalam pelaksanaannya juga harus memperhatikan bagaimana kondisi pasien.

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi terencanakan yang terjadi antara perawat dan klien. Komunikasi ini dilakukan secara langsung atau tatap muka. Tujuan teknik komunikasi terapeutik adalah untuk menyelesaikan masalah dan membantu proses penyembuhan klien. Manfaat komunikasi dengan unsur terapeutik ini sangatlah baik. Pastinya untuk mendorong dan menganjurkan kerja sama antara perawat dan pasien. Mengidentifikasi, mengungkapkan perasaan dan mengkaji masalah dan evaluasi tindakan yang dilakukan oleh perawat.

Teknik komunikasi terapeutik

Tulisan ini disadur dari laman resmi Ditjen Yankes Depkes. Ditulis oleh Tjutju Yuliah, Skep, Ners / PMN RS Mata Cicendo.

Baca juga: Inilah 4 Strategi Berkomunikasi dengan Anak

1. Mendengarkan dengan penuh perhatian

Berusaha mendengarkan klien menyampaikan pesan non-verbal bahwa perawat perhatian terhadap kebutuhan dan masalah klien. Keterampilan mendengarkan dengan penuh perhatian adalah dengan:

  • Pandang klien ketika sedang bicara
  • Pertahankan kontak mata yang memancarkan keinginan untuk mendengarkan
  • Tubuh yang menunjukkan perhatian dengan tidak menyilangkan kaki atau tangan
  • Hindarkan gerakan yang tidak perlu
  • Anggukan kepala jika klien membicarakan hal penting atau memerlukan umpan balik
  • Condongkan tubuh kearah lawan bicara.

2. Menunjukkan penerimaan

Menerima tidak berarti menyetujui. Menerima berarti bersedia untuk mendengarkan orang lain tanpa menunjukkan keraguan atau tidak setuju. Berikut ini menunjukkan sikap perawat yang menerima:

Baca juga: Pengertian Kecemasan, Penyebab dan Tingkatannya

  • Mendengarkan tanpa memutuskan pembicaraan
  • Memberikan umpan balik verbal yang menapakkan pengertian
  • Memastikan bahwa isyarat non-verbal cocok dengan komunikasi verbal
  • Menghindarkan untuk berdebat, mengekspresikan keraguan, atau mencoba untuk mengubah pikiran klien.

3. Menanyakan pertanyaan yang berkaitan

Tujuan perawat bertanya adalah untuk mendapatkan informasi yang spesifik mengenai klien. Paling baik jika pertanyaan dikaitkan dengan topik yang dibicarakan dan gunakan kata-kata dalam konteks sosial budaya klien. Selama pengkajian ajukan pertanyaan secara berurutan.

4. Mengulang ucapan klien dengan menggunakan kata-kata sendiri.

Dengan mengulang kembali ucapan klien, perawat memberikan umpan balik sehingga klien mengetahui bahwa pesannya di mengerti dan mengharapkan komunikasi berlanjut.

5. Klarifikasi

Apabila terjadi kesalahpahaman, perawat perlu menghentikan pembicaraan untuk mengklarifikasi dengan menyamakan pengertian, karena informasi sangat penting dalam memberikan pelayanan keperawatan. Agar pesan dapat sampai dengan benar, perawat perlu memberikan contoh yang konkrit dan mudah dimengerti klien.

6. Memfokuskan

Metode ini dilakukan dengan tujuan membatasi bahan pembicaraan sehingga lebih spesifik dan dimengerti. Perawat tidak seharusnya memutus pembicaraan klien ketika menyampaikanmasalah yang penting, kecuali jika pembicaraan berlanjut tanpa informasi yang baru.

7. Menawarkan informasi

Tambahan informasi ini memungkinkan penghayatan yang lebih baik bagi klien terhadap keadaanya. Memberikan tambahan informasi merupakan pendidikan kesehatanbagi klien. Selaininiakanmenambah rasa percaya klien terhadap perawat. Apabila ada informasi yang ditutupi oleh dokter, perawat perlu mengklarifikasi alasannya. Perawat tidak boleh memberikan nasehat kepada klien ketika memberikan informasi, tetapi memfasilitasi klien untuk membuat keputusan.

8. Diam

Diam memberikan kesempatan kepada perawat dan klien untuk mengorganisir pikirannya. Penggunaan metode diam memerlukan ketrampilan dan ketetapan waktu, jika tidak maka akan menimbulkan perasaan tidak enak. Diam memungkinkan klien untuk berkomunikasi terhadap dirinya sendiri, mengorganisir pikirannya, dan memproses informasi. Diam terutama berguna pada saat klien harus mengambil keputusan .

9. Meringkas

Meringkas adalah pengulangan ide utama yang telah dikomunikasikan secara singkat. Metode ini bermanfaat untuk membantu topik yang telah dibahas sebelum meneruskan pada pembicaraan berikutnya. Meringkas pembicaraan membantu perawat mengulang aspek penting dalam interaksinya, sehingga dapat melanjutkan pembicaraan dengan topik yang berkaitan.

10. Memberikan penghargaan

Memberi salam pada klien dengan menyebut namanya, menunjukkan kesadaran tentang perubahan yang terjadi menghargai klien sebagai manusia seutuhnya yang mempunyai hak dan tanggung jawab atas dirinya sendiri sebagai individu.

11. Menawarkan diri

Klien mungkin belum siap untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain atau klien tidak mampu untuk membuat dirinya dimengerti. Seringkali perawat hanya menawarkan kehadirannya, rasa tertarik, tehnik komunikasi ini harus dilakukan tanpa pamrih.

Baca juga: Anak Terlambat Bicara, Boleh Jadi Ada Masalah Serius

12. Menganjurkan klien untuk menguraikan persepsinya

Apabila perawat ingin mengerti klien, maka ia harus melihat segala sesungguhnya dari perspektif klien. Klien harus merasa bebas untuk menguraikan persepsinya kepada perawat. Ketika menceritakan pengalamannya, perawat harus waspada akan timbulnya.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker