Prosedur Standar Injeksi Intravena (IV)

Senyumperawat.com – Keterampilan dasar dalam praktik keperawatan salah satunya adalah menguasai prosedur standar injeksi intravena (IV). Hal ini cukup lumrah dilakukan di rumah sakit atau klinik. Salah satunya adalah ketika akan memasukkan obat dan juga memasang jarum infus. Tindakan pengambilan sampel dasah pun dilakukan dengan metode serupa.

Beberapa hal dasar yang perlu dipahami misalkan soal letak vena yang mudah untuk dilakukan injeksi. Sebelumnya, perlu dipahami juga memahami rentang usia dan nomor jarum yang mesti digunakan. Injeksi intravena (IV) untuk memasukkan obat kepada pasien, dipergunakan hanya untuk obat yang berbentuk cair. Obat-obatan yang diinjeksi melalui IV memiliki karakter cepat diserap oleh tubuh.

Titik injeksi intravena

Tidak semua bagian tubuh dapat dijadikan media injeksi intravena. Ada pembuluh darah tertentu yang bisa digunakan dalam memasukkan obat melalui pembuluh darah vena. Titik-titik tersebut di antaranya:

  • Lengan (vena basilika dan vena sefalika).
  • Kepala (vena frontalis atau vena temporalis)
  • Tungkai (vena safena)
  • Leher (vena jugularis)

Titik-titik tersebut merupakan tempat dimana pembuluh darah vena mudah teraba. Selain itu juga mudah dicari. Kondisi ini menjadi pertimbangan bahwa tempat tersebut cukup aman dan mudah untuk dilakukan injeksi.

Baca juga: Cairan Infus Kehabisan Lalu Terisi Udara, Apa Bahaya?

Persiapan alat

Beberapa persiapan alat yang diperlukan antara lain:

  • Spuit 3cc/5cc dan jarum steril sesuai keperluan
  • Bak instrumen
  • Kom kecil berisi kapas alkohol
  • Sarung tangan
  • Obat injeksi vial/ampul untuk intravena atau sesuai instruksi dokter
  • Bengkok
  • Torniquet
  • Perlak atau pengalas
  • Kassa
  • Plester

Prosedur Standar Injeksi Intravena (IV)

Dalam memberikan tindakan injeksi intravena diperlukan standar tindakan agar dapat dievaluasi. Tindakan pemberian obat melalui intravena ini ada dua jenis. Pertama jika tidak terpasang abocath (jarum infus) dan kedua jika dilakukan secara langsung atau belum terpasang abocath.

Baca juga: Prosedur Pemasangan Infus Kepada Pasien

Prosedur injeksi IV tanpa terpasang abocath

Prosedur Standar Injeksi Intravena (IV)

  • Berdoa sebelum melakukan tindakan
  • Cuci tangan
  • Perhatikan prinsip benar dalam pemberian obat. Benar obat, benar dosis, benar waktu, benar pasien, benar informasi yang disampaikan, benar dalam pemberian obat, dan benar dokumentasi.
  • Kenakan sarung tangan jika pemberian obat tidak melalui abocath atau jarum infus.
  • Pilih vena yang tepat dengan cara sentuh dengan 3 jari sembari sedikit berikan tekanan.
  • Pasang perlak atau alas di bawah lokasi injeksi
  • Pasang torniquet di atas area yang akan diinjeksi
  • Lakukan desinfeksi dengan kapas alkohol.
  • Sedikit regangkan kulit untuk mengimobilisasi vena agar lebih mudah saat menusukkan jarum.
  • Posisikan spuit dengan sudut sekitar 25 derajat.
  • Lakukan aspirasi yakni dengan sedikit menarik tuas pompa spuit, jika ada darah yang masuk berarti jarum telah berhasil masuk pembuluh darah vena.
  • Lepaskan torniquet
  • Injeksikan obat secara perlahan
  • Cabut jarum sekali tarikan dengan memposisikan kapas kering pada titik injeksi untuk sesegera mungkin memberikan tekanan pada luka bekas injeksi sesaat setelah dicabut.
  • Instruksikan pasien untuk menekan kapas itu sembari siap plester untuk menahan kapas tersebut.
  • Instruksikan pasien untuk tidak mencabut plester hingga kurang lebih 10 menit sampai darah tidak mengalir.
  • Rapikan peralatan dan pastikan tidak ada darah tercecer akibat injeksi tersebut.
  • Buang dan cuci alat jika terkena darah.
  • Lepaskan sarung tangan.
  • Baca doa.
  • Dokumentasikan apa yang telah dilakukan.

Contoh prosedur injeksi IV jika terpasang abocath

Prosedur Standar Injeksi Intravena (IV)

  • Berdoa sebelum melakukan tindakan
  • Cuci tangan
  • Perhatikan prinsip benar dalam pemberian obat. Benar obat, benar dosis, benar waktu, benar pasien, benar informasi yang disampaikan, benar dalam pemberian obat, dan benar dokumentasi.
  • Pasang perlak atau alas di bawah lokasi injeksi
  • Lakukan desinfeksi dengan kapas alkohol pada bagian lubang abocath tempat injeksi obat.
  • Lepaskan jarum spuit.
  • Koneksikan lubang spuit dengan lubang abocath dengan sedikit memutarnya ke kanan
  • Injeksikan obat secara perlahan
  • Lepas spuit dengan sedikit memutarnya ke arah kiri.
  • Tutup kembali lubang pada abocath.
  • Rapikan peralatan dan pastikan tidak ada darah tercecer akibat injeksi tersebut.
  • Buang dan cuci alat jika terkena darah.
  • Baca doa.
  • Dokumentasikan apa yang telah dilakukan.

Demikian contoh dari prosedur standar injeksi intravena (IV) yang bisa dicoba. Tiap rumah sakit atau klinik pasti memiliki SOP sendiri sesuai dengan yang telah disepakati. Hal ini sudah standar tersendiri untuk menyediakan Protap dalam tiap tindakan.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker