Perbedaan Injeksi IV, IC, SC dan IM Beserta Gambar Lokasi Injeksinya

Senyumperawat.com – Perbedaan injeksi tiap-tiap jenisnya berbeda. Perlu dipahami bersama apa saja perbedaan antar lokasi injeksi tersebut. Keterampilan yang satu ini mestinya sudah begitu melekat pada jati diri seorang perawat. Memberikan injeksi berupa obat pada tubuh pasien tak bisa asal. Latihan dan latihan adalah kunci dasar untuk bisa menguasai keterampilan ini. Tentunya dengan pematangan teori sebelumnya. Jangan sampai prosedur menyuntik IV (Intravena) dilakukan dengan prosedur injek SC (Subcutan). Bisa fatal hasilnya.

Tak hanya harus sesuai prosedur, mental pasien juga perlu dikondisikan sebelum diberikan tindakan. Penjelasan terperinci terkait tindakan apa itu, perlu diketahui oleh pasien. Kecuali pasiennya dalam kondisi mengalami penurunan kesadaran sehingga tak bisa diajak komunikasi.

Perbedaan injeksi IV, IC, SC dan IM secara mendasar

Sebagai pengingat jikalau ada yang sudah lupa, tiap singkatan di atas baik itu IV, IC, SC dan IM memiliki arti berbeda-beda. Fungsinya pun berbeda-beda tergantung dari kebutuhan injeksi yang diberikan. Uraian singkatnya kurang lebih begini:

Baca juga: Teknik Insersi Pemasangan Abocath Infus

  1. Injeksi IV (Intravenous) merupakan injeksi yang diberikan melalui pembuluh darah vena. Lokasi ini dipilih untuk memberikan obat-obatan tertentu dengan tujuan agar lebih cepat diserap oleh tubuh dan memberikan gambaran reaksi obat tersebut. Lokasi injeksi IV di antaranya Lengan (vena basilica dan vena sefalica),Pada tungkai (vena safena),pada leher (vena jungularis), dan pada kepala (vena frontalis atau vena temporalis).
    injeksi iv Intravenous
    injeksi iv Intravenous

    Baca juga: Cairan Infus Kehabisan Lalu Terisi Udara, Apa Bahaya?

  2. Injeksi IC (intracutaneous) biasa juga disebut dengan istilah Intradermal, injeksi ini jauh berbeda dengan IV. Injeksi ini diberikan hanya di lapisan dermal kulit tepat dibawah epidermis. Biasanya hanya sejumlah kecil larutan yang digunakan (contoh 0,1 ml).Metode pemberian ini sering kali digunakan untuk uji alergi dan penapisan tuberkulosis. Jarum yang digunakan pun sangat kecil. Tapi, rasa suntikannya bisa lebih nyeri daripada injeksi IV.
    Injeksi IC (intracutaneous) biasa juga disebut dengan istilah Intradermal
  3. Injeksi SC (Subcutaneous) diberikan pada lapisan lemak di bawah kulit. Prosedur injeksi SC lebih tepat digunakan untuk pemberian vaksin maupun obat seperti misalkan obat pada kasus diabetes tipe 1. Insulin sering kali disuntikkan dengan injeksi jenis ini. Lokasi injeksi SC biasanya dilakukan pada 1/3 lengan atas bagian luar, paha anterior. Bisa juga diberikan pada daerah abdomen. Termasuk juga di area scapula pada punggung atas, daerah ventrogluteal bagian atas, dan dorsogluteal bagian atas.Lokasi injeksi SC (Subcutan)
  4. Injeksi IM (Intramuscular) diberikan pada lapisan otot (muskulus). Lokasi suntikan paling sering adalah pada bokong (dorsogluteal) dan paha bagian atas (vastus lateralis) atau pada lengan bagian atas (deltoid). Injeksi jenis ini memungkinkan obat akan dilepas secara berkala dalam bentuk depot obat.

Lokasi injeksi IM (Intramuscular)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker