Peluang Kerja Perawat ke Korea Selatan dan Eropa

Senyumperawat.com – Pemerintah masih terus berupaya untuk meningkatkan pasar ekspor tenaga kerja perawat ke luar negeri. Setelah program G to G dengan Jepang hingga tahun 2019 ini berlanjut, negara lain mulai dilirik. Pemerintah mencoba untuk membuka peluang kerja perawat ke Korea Selatan dan Eropa.

Pasalnya, negera-negara Eropa dan Korsel cukup tertarik dengan perawat asal Indonesia. Terlebih lagi negara yang terkenal dengan boy band itu cukup banyak fans di Indonesia. Otomatis para perawat Indonesia banyak yang berminat jika akhirnya dibuka lowongan kerja perawat ke Korea Selatan.

Hal ini pernah diungkap oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. “Selain Jepang, ada banyak lagi. Intinya kami tingkatkan terus melalui kerja sama bilateral dengan berbagai negara, Eropa, Korsel,” kata Hanif.

Pernyataan tersebut disampaikan pada tahun lalu. Hingga tahun 2019 ini, belum ada info terbaru apakah sudah tercapai nota kesepakatan kerja sama atau belum. Kendati begitu, jika pun akhirnya terbuka lowongan kerja perawat ke Korea Selatan dan Eropa, tentunya akan disambut baik oleh para perawat. Meskipun kendala bahasa masih menjadi persoalan utama.

Baca juga: Pemerintah Siap Buka Lowongan Perawat ke Belanda

Pemerintah pun memastikan, gaji yang nantinya didapatkan perawat asal Indonesia akan di atas standar. Bahkan bisa melebihi gaji perawat yang ditawarkan pihak Jepang yang sebesar Rp 35 juta.

Direktur Pengembangan Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Roostiawati sebelumnya mengatakan, pemerintah Indonesia dan Jepang menjalin kerja sama di bidang ketenagakerjaan.

Selain program pemagangan, Jepang menawarkan formasi pekerjaan kepada Warga Negara Indonesia (WNI). Salah satu lowongan yang ditawarkan ialah tenaga perawat berpenghasilan Rp 35 juta per bulan.

Syarat dasar menjadi perawat ke Korea Selatan & negara lain

Ada syarat penting bagi jika ingin mendapatkan peluang kerja perawat ke luar negeri. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Seorang perawat yang ingin bekerja ke luar negeri tidak bisa berangkat begitu saja. Ia harus melalui tahapan seleksi.

Seleksi tersebut sudah disesuaikan dengan tingkat kebutuhan TKI yang akan dikirim. Kendati demikian, calon TKI juga akan diberikan pembekalan dan wawasan terkait negara tujuan.

Hanif mengatakan terdapat tiga faktor yang menghambat pekerja Indonesia mendapatkan peluang bekerja di luar negeri. Tiga faktor tersebut antara lain:

  1. Bahasa,
  2. Komputer,
  3. Kecakapan di luar keterampilan teknis (soft skill).

Jika faktor penghambat itu berhasil ditaklukkan oleh calon TKI, peluang kerja sangat terbuka. Daya saing perawat Indonesia masih belum begitu sengit karena faktor itu. Sedangkan perawat dari negara Asia lain jauh lebih siap untuk go internasional.

Baca juga: Pemerintah Mulai Seriusi Penempatan TKI perawat ke Korea Selatan, Gaji Sampai 30 Juta

Hanif mengatakan, faktor itu menjadi penyebab perawat Indonesia kalang saing. Khususnya jika dibanding pekerja dari negara Asia Tenggara lain seperti Thailand dan Filipina.

Ia menuturkan permasalahan tersebut membuat tenaga kerja Indonesia di luar negeri cenderung mencari pekerjaan yang berisiko rendah dan tidak mengutamakan keahlian. Padahal, jika tenaga kerja Indonesia berpikir untuk menjadi pekerja profesional di satu bidang tertentu, ia bisa mendapatkan kompensasi dan jaminan sosial yang lebih baik.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker