Pak Habibie Meninggal Karena Gagal Jantung, Kenali Gejalanya

Senyumperawat.com – Indonesia tengah berduka mendalam atas kabar tentang meninggalnya presiden ketiga BJ. Habibie. Seorang yang begitu arif dan sederhana namun memiliki karisma luar biasa. Beliau tutup usia pada Selasa, 10 September 2019 Pukul 18:05 WIB di RSPAD dengan diagnosis meninggal karena gagal jantung. Di usia 83 tahun, memang kondisi fisik manusia sudah banyak menurun.

“Bapak saya sudah mengalami masalah dengan jantungnya sejak usia muda. Karena faktor usia yang semakin menua, jantungnya pun melemah,” ucap Thareq, anak Pak Habibie.

“Bapak senang menerima tamu. Masalahnya, otaknya masih berjalan tapi bapak lupa kalau fisiknya sudah sepuh,” imbuhnya.

Kenali penyebab gagal jantung

Setiap penyakit pasti ada penyebabnya. Untuk kasus meninggal karena gagal jantung, banyak sekali penyebab yang mendahului kondisi tersebut. Beberapa di antara penyebab gagal jantung tersebut antara lain:

  1. Penyakit Jantung Koroner
    Kondisi dimana pembuluh darah mengalami penyempitan. Akibatnya, darah yang kaya oksigen tak bisa disalurkan dengan optimal menuju jantung. Akibatnya, jantung mengalami gangguan fungsi.
  2. Hipertensi
    Tekanan darah tinggi atau hipertensi tak bisa disepelekan. Tekanan darah yang tinggi mengindikasikan bahwa jantung bekerja terlalu keras. Jika berlangsung terus-menerus, otot jantung bisa saja mengalami masalah. Salah satunya adalah kemampuan untuk memompa darah menjadi menurun. Bahkan hingga terjadi gagal jantung.
  3. Gangguan pada katup jantung
    Katup jantung yang tidak bekerja dengan baik, dapat pula menyebabkan gagal jantung. Katup yang bertugas memisahkan ruang-ruang di dalam jantung amatlah vital. Jika katup tidak berfungsi dengan baik, darah bersih dan kotor bisa bercampur. Hal ini berakibat pada beban jantung yang berlebih untuk memompa darah tersebut.
  4. Gangguan irama jantung
    Aritmia atau gangguan irama jantung membuat denyut jantung menjadi tidak beraturan. Gangguan fungsi jantung akan berujung pada gagal jantung. Aritmia ini berkaitan dengan kelistrikan yang ada di jantung. Jantung bekerja dengan aliran listrik sehingga jika sumber listrik tersebut mengalami gangguan, maka kemampuan otot jantung untuk memompa darah ikut terganggu.
  5. Penyakit Jantung Bawaan
    Jika seseorang sudah terlahir dengan masalah penyakit jantung bawaan seperti terganggunya sekat di antara ruang-ruang jantung atau masalah pada katup jantung, maka risiko untuk mengalami masalah gagal jantung akan meningkat.
  6. Mengalami Kelainan Otot Jantung
    Kelainan otot jantung atau kardiomiopati akan membuat proses pemompaan darah dan distribusi darah terganggu. Hal ini juga akan membuat risiko terkena gagal jantung yang mematikan semakin tinggi.

Gejala gagal jantung yang membahayakan

Secara umum, gagal jantung memiliki tanda dan gejala yang berbahaya. Banyak kasus seseorang meninggal karena gagal jantung karena gejala awalnya tak dipahami. Akibatnya, tindakan awal yang semestinya dilakukan tidak dilaksanakan. Di antaranya seperti:

Baca juga: Mekanisme Terjadinya Dekompensasi Kordis (Gagal Jantung)

  1. Nyeri dada. Kebanyakan serangan jantung melibatkan ketidaknyamanan di bagian tengah atau kiri dada. Ketidaknyamanan ini biasanya berlangsung lebih dari beberapa menit atau hilang dan kembali. Rasanya bisa terasa seperti adanya tekanan, peremasan, kepenuhan, atau sakit. Selain itu juga dapat terasa seperti mulas atau gangguan pencernaan.
  2. Nyeri juga terasa pada bagian kedua lengan, punggung, bahu, leher, rahang, atau bagian atas perut (di atas pusar).
  3. Terasa sesak napas. Mungkin ini adalah satu-satunya gejala yang dialami atau bisa jadi bersamaan dengan nyeri dan ketidaknyamanan pada dada. Hal ini dapat terjadi ketika sedang beristirahat atau melakukan sedikit aktivitas fisik.
  4. Keluar keringat dingin
  5. Merasa lelah yang tidak biasa tanpa alasan, kadang terjadi berhari-hari (terutama untuk wanita)
  6. Mual (sakit perut) dan muntah
  7. Pusing biasa atau pening secara mendadak

Penanganan awal gagal jantung

Beberapa prinsip dasar di bawah ini sebaiknya dipahami karena terkadang kita menjumpai pasien gagal jantung di tempat tak terduga. Tak sedikit pasien meninggal karena gagal jantung karena penanganan awal kurang tepat. Beberapa hal yang perlu dilakukan jika mendapati seseorang mengalami gagal jantung antara lain:

Baca juga: Teknik RJP Terbaru dari AHA 2010

  1. Hubungi nomor darurat setempat atau minta bantuan orang lain untuk segera menghubungi.
  2. Jangan biarkan seseorang yang terkena serangan jantung mengemudi sendiri.
  3. Berikan CPR/RJP jika orang tersebut tidak sadarkan diri. Caranya adalah dengan memberikan kompresi pada bagian dada.
  4. Untuk lebih jelasnya, silakan simak video di bawah ini:

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker