Kriminal, Seorang Perawat dari Yogyakarta Dibacok Saat Jaga Klinik

Kriminal, Seorang Perawat dari Yogyakarta Dibacok Saat Jaga Klinik

Senyumperawat.com – Kejadian ini cukup mengundang perhatian khususnya keamanan para petugas medis. Pasalnya, perawat dari Yogyakarta tersebut mendapatkan luka bacok yang serius. Padahal belum genap dalam waktu kurang 24 jam dari aksi penembakan dua orang di seputaran Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Yogyakarta, oleh orang tak dikenal, aksi teror kembali menimpa warga lainnya.

Andik Setyo Budi Utomo (33), perawat dari Yogyakarta tepatnya asal Balong ambruk bersimbah darah setelah ditebas senjata tajam. Kini kasus tersebut masih diselidiki pihak kepolisian. Sementara korban  masih menjalani perawatan intensif di RS Nur Hidayah Jalan Imogiri Timur Trimulyo Jetis Bantul.

Read More

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya, ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Diketahui, Andi merupakan warga Desa Balong, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang bekerja di Kecamatan Dlingo, Bantul.

Baca juga: Bagaimana Cara Agar Bisa Menjadi TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia)?

“Saat itu, Andi sedang bertugas jaga di Klinik Mitra Husada padukuhan Pancuran Desa terong Kecamatan Dlingo,” kata Riko saat dikonfirmasi, Sabtu (21/9/2019) dikutip dari Kumparan.

Riko mengungkapkan aksi pembacokan tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, korban yang sedang tugas jaga di Klinik tersebut terlihat bercengkrama dengan rekannya di depan klinik.

Saat tengah malam, korban memutuskan merebahkan diri di kursi ruang tunggu pasien. Namun, sekitar pukul 02.30 WIB, tiba-tiba muncul laki-laki misterius mengendarai sepeda motor matik menghampiri korban.

Tanpa basa-basi, lelaki yang menggunakan penutup kepala tersebut tiba-tiba mengeluarkan sebelah pisau dan menebas leher korban. Usai melukai korban, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motornya.
Oleh rekan-rekannya, korban sempat dirawat sebentar di klinik tersebut, kemudian ia dirujuk ke rumah sakit di daerah Kecamatan Pleret. Namun, korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit yang lebih besar karena luka yang dideritanya cukup serius.

“Saat ini kami mempelajari rekaman CCTV yang ada di Klinik tersebut. Serta meminta keterangan kepada para saksi yang mengetahui kejadian tersebut,” ujar Riko.

Related posts

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar

  Subscribe  
Notify of