Kenapa Diinfus dan Macam-Macam Cairan Infus?

Senyumperawat.com – Mendengar kalimat “Anda harus diinfus”, bagi sebagian orang berasumsi penyakitnya parah. Jarang yang bertanya di awal, kenapa diinfus. Ada pula Tapi jangan salah, ada pula yang meyakini kalau sudah diinfus berarti segera sembuh. Sebagian lagi lebih melihat pada sisi biaya, pokoknya kalau sudah dipasang infus boleh jadi akan lama dirawat dan biayanya besar. Padahal, pasti ada alasan tertentu kenapa mendapatkan tindakan infus.

Secara sederhana, infus bisa dimaknai dengan tindakan berupa memberikan cairan melalui pembuluh darah. Cairan tersebut bisa berupa cairan nutrisi, elektrolit hingga obat-obatan. Tak hanya itu, darah pun diberikan melalui media yang sama.

Kenapa diinfus?

Nah, tiap cairan infus itu akan diberikan sesuai dengan diagnosis pasien. Tentunya alasan kenapa diinfus juga berkenaan diagnosis, diperlukan apakah tidak tindakan itu diberikan. Bisa karena pasien memerlukan tambahan cairan atau istilahnya resusitasi cairan. Ada juga kasus dimana pasien tak dapat memenuhi kebutuhan cairannya sendiri. Ada lagi kasus dimana pasien memerlukan obat-obatan yang harus diberikan melalui infus.

Kondisi yang menjadi alasan kenapa diinfus:

  • Dehidrasi
  • Menjalani kemoterapi
  • Memerlukan obat-obatan tertentu yang harus melalui pembuluh darah
  • Mengalami peradangan kronis
  • Keracunan makanan
  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Gangguan sistem imun
  • Mengalami infeksi yang membuat pasien tidak responsif terhadap antibiotik oral

Baca juga: Tutorial Lengkap Mendaftar Sebagai Petugas Kesehatan Haji 2020

Tindakan infus memerlukan keterampilan. Bagian paling sulit saat melakukan instalasinya adalah ketika mencari pembuluh darah. Khususnya bagi anak-anak dan orang yang berbadan gemuk. Pada orang dewasa, bagian yang paling sering diinfus adalah punggung tangan atau lipatan antara lengan atas dan bawah. Sementara pada bayi, infus dapat diberikan melalui kaki, tangan, atau bahkan kulit kepala.

Macam-macam cairan infus dan fungsinya

Cairan yang digunakan untuk infus ada beberapa macam. Tapi yang pasti bentuknya adalah cairan. Beberapa jenis cairan infus tersebut antara lain:

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Serviks, Coba Pemeriksaan Pap Smear

1. Cairan kristaloid

Ini adalah jenis cairan yang mengandung beberapa senyawa kimia. Di antaranya berupa natrium klorida, natrium glukonat, natrium asetat, kalium klorida, magnesium klorida, dan glukosa. Cairan ini pada dasarnya difungsikan untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit, mengembalikan pH, menghidrasi tubuh, dan sebagai cairan resusitasi.

Beberapa contoh dari cairan kristaloid adalah

      • Cairan saline (NaCl 0,9%), untuk rehidrasi dan mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
      • Ringer Laktat atau biasa disingkat RL, untuk rehidrasi dan juga biasa digunakan untuk perawatan.
      • Dextrose,¬†untuk meningkatkan kadar gula darah dan untuk pasien dengan hyperkalemia.

2. Cairan koloid

Jenis cairan yang kedua adalah cairan koloid. Cairan koloid memiliki molekul yang lebih berat. Cairan ini dapat diberikan pada pasien yang menderita sakit kritis, pasien bedah, dan juga sebagai cairan resusitasi.

Cairan infus yang termasuk ke dalam jenis cairan koloid adalah:

      • Gelatin, untuk mengatasi keadaan kurangnya volume darah yang disebabkan oleh kehilangan darah.
      • Albumin, untuk pasien dengan kadar albumin yang rendah, misalnya pasien yang menjalani operasi transplantasi hati, menderita luka bakar akut, dan pasien sepsis.
      • Dekstran,¬†untuk memulihkan kondisi kehilangan darah. Selain itu, dekstran juga digunakan untuk mencegah terjadinya tromboemboli setelah operasi.
Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker