Gimana Cara Mengatasi Ketiak yang Gatal?

Senyumperawat.com – Gatal yang begini kadang membuat ribet urusan. Mau digaruk rasanya malu, tapi kalau tidak digaruk rasanya kurang afdhol. Mengatasi ketiak yang gatal sebenarnya tak seribet daripada jika gatal itu dibiarkan begitu saja. Hanya perlu trik-trik sederhana agar gatal bisa diobati.

Problem lain yang mungkin terjadi pada area ketiak adalah bau. Memang sedikit wajar karena bagian itu terdapat kelenjar keringat dan getah bening. Selain itu, folikel rambut juga cukup rapat. Tak jarang ada pula yang tumbuh rambut lebat di situ.

Ketika menghadapi hal demikian, maka memang Anda sedang memerlukan referensi tentang cara mengatasi ketiak yang gatal. Gatal tersebut memang tak selalu datang. Tapi ketika datang, rasanya sangat tidak nyaman.

Baca juga: Kamu Pasti Terkejut, Ini Bahaya Pakai Deodorant Bagi Wanita

Kenapa ketiak bisa gatal?

Sebelum membahas lebih lanjut, ngomong-ngomong sudah pada tahu belum ya kenapa ketiak bisa gatal? Perlu dipahami dulu sebelum membahas tips dan trik mengatasi ketiak yang gatal. Beberapa penyebab gatal pada ketiak antara lain:

1. Cara mencukur rambut ketiak yang salah

Kebersihan adalah salah satu cabang dari keimanan. Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan adalah cara membersihkannya. Rambut ketiak ini perlu mendapatkan perhatian tersendiri. Termasuk dalam hal membersihkannya baik itu dicukur atau dicabut. Kalau Anda terbiasa mencukur rambut ketiak selama ini, cobalah pahami hadits berikut.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

“Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)

dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ قَالَ زَكَرِيَّاءُ قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ

“Ada sepuluh macam fitrah, yaitu memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.” Zakaria berkata bahwa Mu’shob berkata, “Aku lupa yang kesepuluh, aku merasa yang kesepuluh adalah berkumur.” (HR. Muslim no. 261, Abu Daud no. 52, At Tirmidzi no. 2906, An Nasai 8/152, Ibnu Majah no. 293)

Dan sebaiknya hal ini tidak dibiarkan lebih dari 40 hari (mencabut setiap 40 hari), dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu:

وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Kami diberi batasan waktu oleh Rasulullah untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.” (HR. Muslim)

Jadi, membersihkan rambut ketiak yang paling benar itu caranya adalah dengan dicabut. Ada pun jika menggunakan metode dicukur, tidak mengapa namun potensi untuk tetap menimbulkan aroma tak sedap akan lebih tinggi daripada dengan metode dicabut.

Baca juga: Tips Memilih Sabun Sesuai Keperluan Kulit

2. Penggunaan deodoran yang kurang tepat

Kandungan deodoran memang banyak zat kimianya. Sayangnya, tak semua orang cocok dengan kandungan kimia yang ada di dalamnya. Bagi yang memiliki kulit sensitif, tak jarang deodoran ini menimbulkan iritasi kulit. Misalnya timbul rasa panas, gatal-gatal hingga muncul bercak kemerahan.

3. Infeksi

Infeksi adalah salah satu penyebab timbulnya rasa gatal pada ketiak. Rasa gatal pada ketiak ini ditimbulkan oleh infeksi bakteri atau jamur. Kondisi ketiak yang sering lembab ini menjadi tempat berkembang biak bakteri dan jamur.

4. Dermatitis

Dermatitis yang dapat menimbulkan gatal ketiak ada beberapa jenis. Pertama dermatitis seboroik yaitu kondisi dimana kadar minyak kulit tinggi. Kedua dermatitis atopik atau eksim. Ketiga adalah dermatitis kontak yang merupakan paparan ketiak dengan bahan kimiawi semisal parfum, lotion, deterjen dan lain sebagainya.

5. Hyperhidrosis

Kondisi ini menyebabkan ketiak jadi lebih mudah berkeringat. Akibatnya ketiak jadi sangat lembab dan menimbulkan masalah lain. Salah satunya adalah infeksi bakteri dan lain sebagainya. Dari situ berpotensi menimbulkan gatal ketiak.

Kurang lebih itu penyebab gatal pada ketiak yang perlu diwaspadai. Ada pun penyebab lain mungkin masih banyak. Namun untuk kasus-kasus di atas masih dapat diatasi dengan cara-cara yang sederhana.

Cara Mengatasi Ketiak yang Gatal

Dalam mengatasi suatu masalah, perlu diketahui terlebih dahulu penyebabnya apa. Jadi, pastikan Anda memahami apa penyebab dari gatal pada ketiak yang Anda alami. Baru setelah itu sesuaikan dengan beberapa tips di bawah ini.

  1. Jaga kebersihan ketiak
  2. Gunakan salep gatal
  3. Jangan digaruk
  4. Pilih deodoran yang sesuai dengan karakter kulit Anda
  5. Pilih bahan pakaian yang cocok sehingga mengurangi kelembaban kulit.
Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker