Fungsi Ventilator Mekanik Untuk Setiap Mode

Senyumperawat.com – Salah satu alat yang biasa tampak di rumah sakit khususnya di IGD dan ICU adalah ventilator makanik. Fungsi ventilator mekanik ini secara umum adalah sebagai alat bantu nafas dengan memberikan tekanan udara positif pada paru-paru melalui jalan nafas buatan. Disebut mekanik karena memang sistemnya bekerja secara mekanik membantu pasien yang tidak dapat bernafas spontan karena kondisi tertentu.

Tujuan utama dipasang ventilator mekanik adalah untuk menjaga suplai oksigen pasien. Hal ini akan sangat berpengaruh pada sistem tubuh khususnya saturasi oksigen dan keseimbangan asam basa. Ventilator mekanik juga memiliki beberapa mode.

Beragam mode tersebut disesuaikan dengan kondisi pasien. Namun pada akhirnya, pasien diharapkan secara perlahan tidak ketergantungan dengan ventilator mekanik. Jadi, mode tersebut perlahan disesuaikan dengan tingkat kesadaran. Selama pemenuhan oksigen pasien belum adekuat, instalasi ventilator berfungsi untuk mengurangi beban paru-paru untuk mencukupi kebutuhan oksigen khususnya ke otak.

Alasan kenapa dipasang ventilator mekanik

Ada beberapa kondisi dimana pasien mesti diberikan tindakan berupa instalasi ventilator mekanik. Kondisi tersebut di antaranya:

Baca juga: Prosedur Pemasangan Infus Kepada Pasien

  1. Pasien dengan gagal nafas.
    Pasien dengan distres pernafasan gagal nafas, henti nafas (apnu) maupun hipoksemia yang tidak teratasi dengan pemberian oksigen merupakan indikasi ventilasi mekanik. Idealnya pasien telah mendapat intubasi dan pemasangan ventilasi mekanik sebelum terjadi gagal nafas yang sebenarnya. Distres pernafasan disebabkan ketidakadekuatan ventilasi dan atau oksigenasi. Prosesnya dapat berupa kerusakan paru (seperti pada pneumonia) maupun karena kelemahan otot pernafasan dada (kegagalan memompa udara karena distrofi otot).
  2. Insufisiensi jantung.
    Tidak semua pasien dengan ventilasi mekanik memiliki kelainan pernafasan primer. Pada pasien dengan syok kardiogenik dan CHF, peningkatan kebutuhan aliran darah pada sistem pernafasan (sebagai akibat peningkatan kerja nafas dan konsumsi oksigen) dapat mengakibatkan jantung kolaps. Pemberian ventilasi mekanik untuk mengurangi beban kerja sistem pernafasan sehingga beban kerja jantung juga berkurang.
  3. Disfungsi neurologist
    Pasien dengan GCS 8 atau kurang yang beresiko mengalami apnu berulang juga mendapatkan ventilasi mekanik. Selain itu ventilasi mekanik juga berfungsi untuk menjaga jalan nafas pasien serta memungkinkan pemberian hiperventilasi pada klien dengan peningkatan tekanan intra cranial.
  4. Tindakan operasi
    Tindakan operasi yang membutuhkan penggunaan anestesi dan sedative sangat terbantu dengan keberadaan alat ini. Resiko terjadinya gagal napas selama operasi akibat pengaruh obat sedative sudah bisa tertangani dengan keberadaan ventilasi mekanik.

Macam-macam fungsi Ventilator Mekanik

Secara umum, fungsi ventilator mekanik sangatlah urgen pada kondisi pasien dengan penurunan kesadaran. Antara lain fungsinya adalah

Baca juga: Klasifikasi Cedera Kepala, (CKR, CKS, CKB)

  1. Mengatur waktu dari inspirasi ke ekspirasi.
  2. Mempertahankan paru mengembang saat inspirasi.
  3. Mencegah paru untuk menguncup saat ekspirasi.
  4. Mengatur waktu dari ekspirasi ke inspirasi.

Mode Ventilator Mekanik dan fungsinya

Seperti disebutkan di atas, ventilator mekanik memiliki beberapa mode. Tiap modenya disesuaikan dengan tingkat kesadaran pasien.

  1. Controlled Ventilation.
    Ventilator mengontrol volume dan frekuensi pernafasan. Pemberian volume dan frekuensi pernapasan diambil alih oleh ventilator. Ventilator tipe ini meningkatkan kerja pernafasan klien.
  2. Assist/Control
    Ventilator jenis ini dapat mengontrol ventilasi, volume tidal dan kecepatan. Bila klien gagal untuk ventilasi, maka ventilator secara otomatis. Ventilator ini diatur berdasarkan atas frekuensi pernafasan yang spontan dari klien, biasanya digunakan pada tahap pertama pemakaian ventilator.
  3. Synchronized Intermitten Mandatory Ventilation (SIMV)
    SIMV dapat digunakan untuk ventilasi dengan tekanan udara rendah, otot tidak begitu lelah dan efek barotrauma minimal. Pemberian gas melalui nafas spontan biasanya tergantung pada aktivasi klien. Indikasi pada pernafasan spontan tapi tidal volume dan/atau frekuensi nafas kurang adekuat.
  4. Continious Positive Airway Pressure (CPAP)
    Pada mode ini mesin hanya memberikan tekanan positif dan diberikan pada pasien yang sudah bisa bernafas dengan adekuat. Tujuan pemberian mode ini adalah untuk mencegah atelektasis dan melatih otot-otot pernafasan sebelum pasien dilepas dari ventilator.

Kurang lebih demikian pembahasan soal mode ventilator mekanik dan fungsinya. Semoga dapat memberikan tambahan informasi atau pun pengingat bagi yang sudah lupa. Jika rekan-rekan memiliki referensi lain yang lebih lengkap, silakan tinggalkan komentar.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker