Darah Naik Selang Infus, Efeknya Apa?

Senyumperawat.com – Hampir tiap hari mungkin, perawat menemui kasus dimana darah naik selang infus pasien. Kondisi semacam ini tentu perlu tindakan tertentu untuk mengatasinya. Pasien yang berpotensi mengalami masalah semacam ini perlu diantisipasi sejak awal. Pasien perlu mendapatkan edukasi perihal apa yang boleh dan tidak selama infus itu terpasang di tangan.

Tindakan pencegahan berupa edukasi sangat diperlukan sejak dini. Khususnya pasien dewasa yang sudah dapat diarahkan. Namun untuk pasien anak-anak, orang tuanya yang mesti diberikan edukasi untuk menjaga anaknya saat beraktivitas. Ketika ada darah yang naik ke selang infus, perlu diedukasikan pula kepada pasien atau orang tuanya untuk tidak panik. Sebab, tak sedikit orang yang ketika melihat darah akan bereaksi dengan kepanikan.

Baca juga: Cara Mencegah Komplikasi Pemasangan Infus

Apa penyebab darah naik selang infus?

Secara sederhana kondisi bisa didefinisikan dengan naiknya darah yang berada di pembuluh darah ke selang infus yang terpasang. Darah ini akan terlihat mengalir naik menuju selang infus. Jadi, cairan yang berasal dari selang infus tak bisa tersalurkan dengan baik akibat darah ini.

Penyebab paling sering adalah karena pasien sering menggerakkan tangan. Akibatnya, darah akan terdorong naik. Tekanan dari cairan infus kalah dari tekanan dalam pembuluh darah. Beberapa penyebab lain di antaranya:

  1. Pasien atau petugas lupa mengklem (menjepit) selang infus tatkala beraktivitas misalnya di toilet.
  2. Selang infus terlipat sehingga cairan tidak mengalir.
  3. Cairan infus terlalu lambat sehingga menimbulkan sumbatan berupa bekuan darah.

Efek samping jika darah naik selang infus

Jika darah yang naik sangat sedikit, potensi komplikasi bisa dikatakan sangatlah sedikit. Selama darah tidak membeku dan masih bisa dialirkan lagi ke dalam, tak akan ada masalah berarti. Namun, jika terjadi dalam jumlah yang cukup banyak, maka ini bisa meningkatkan risiko terbentuknya pembekuan darah. Bekuan darah tersebut bisa saja menyumbat selang infus.

Akibatnya, asupan cairan yang diperoleh tubuh bisa menimbulkan dehidrasi atau tidak optimalnya pengobatan yang diberikan, tergantung pada jenis cairan infus yang diberikan kepada pasien. Jika terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, kondisi tersebut bisa menimbulkan reaksi infeksi, yang sering disebut dengan flebitis atau peradangan pembuluh darah.

Baca juga: Rumus Dasar Menghitung Tetesan Cairan Infus

Maka, ketika didapati adanya bekuan darah, bekuan tersebut harus dikeluarkan. Jangan dipaksa dialirkan sedangkan bekuan darahnya masih terdapat pada selang atau jarum infus. Resiko yang terjadi adalah bekuan tersebut bisa masuk mengalir bersama darah. Fatalnya bisa menimbulkan sumbatan pembuluh darah.

Oleh karena itu, pasien perlu bersikap kooperatif saat diberikan edukasi. Hendaknya pasien memperhatikan bagaimana cara memperlakukan infus tersebut guna menjaga dirinya sendiri. Petugas kesehatan juga hendaknya selalu mengingatkan pasien jika melakukan aktivitas berlebih. Jika tampak ada darah naik selang infus, segera hubungi petugas kesehatan yang jaga. Pastikan jangan panik dan segera atasi kondisi tersebut.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker