Anak Lahir Tanpa Anus, Begini Penanganan Atresia Ani

Senyumperawat.com – Hadirnya si buah hati adalah sebuah anugerah yang selalu dinanti oleh pasangan suami-istri. Terbayang betapa lengkapnya sebuah keluarga dengan kehadiran anak. Mengandung, melahirkan dan kemudian membesarkannya merupakan nikmat yang tiada tara. Namun, terkadang Allah berkehendak untuk memberikan ujian kepada hambaNya. Misalkan dengan menghadirkan kelainan anak lahir tanpa anus. Berikut ini akan kita bahas penyebab hingga penanganan atresia ani, istilah medis kelainan tersebut.

Atresia ani merupakan salah satu jenis kelainan bawaan lahir. Belum ada yang menyebutkan secara tegas penyebab utama dari kasus ini. Namun, para peneliti mengemukakan beberapa kemungkinan yang terjadi. Atresia ani biasanya mencakup kelainan di area tubuh yang lain, termasuk kelainan yang terjadi pada organ-organ pencernaan, saluran kemih, hingga kelamin.

Apa penyebab anak lahir tanpa anus?

Penyebab sebenarnya dari atresia ani ini belum di ketahui pasti. Pada kondisi normal, lubang anus, saluran kemih, dan kelamin terbentuk pada usia kehamilan 8 minggu, melalui proses pembelahan dan pemisahan dinding-dinding pencernaan janin. Gangguan pada masa perkembangan janin inilah yang akan memicu atresia ani. Penyebab gangguan perkembangan tersebut belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga bahwa faktor keturunan atau genetika mungkin berpengaruh terhadap terjadinya cacat lahir ini.

  1. Kegagalan pembentukan organ.
  2. Putusnya saluran pencernaan dari atas dengan dubur, sehingga bayi lahir tanpa lubang anus.
  3. Gangguan organogenesis dalam kandungan karena ada kegagalan pertumbuhan saat bayi dalam kandungan berusia 12 minggu atau 3 bulan.
  4. Kelainan bawaan. Janin yang diturunkan dari kedua orang tua yang menjadi carier saat kehamilan mempunyai peluang sekitar 25 % – 30 % dari bayi yang mempunyai sindrom genetik, abnormalitas kromosom, atau kelainan kongenital lain juga beresiko untuk menderita atresia ani.

Klasifikasi Atresia Ani

Baca juga: Cara Terkini Mengobati Diare Anak

Klasifikasi atresia ani ada 4 yaitu :

  1. Anal stenosis adalah terjadinya penyempitan daerah anus sehingga feses tidak dapat keluar.
  2. Membranosus atresia adalah terdapat membran pada anus.
  3. Anal agenesis adalah memiliki anus tetapi ada daging di antara rektum dengan anus.
  4. Rectal atresia adalah tidak memiliki rektum. Rektum adalah bagian akhir dari saluran pencernaan yang membuka ke dalam lubang anus

Gejala atresia ani

  1. Tanda-tanda atresia ani segera terlihat setelah lahir, antara lain:
  2. Tidak adanya lubang anus.
  3. Lubang anus berada di lokasi yang kurang tepat, misalnya terlalu dekat dengan vagina.
  4. Tidak buang air besar dalam 24-48 jam kehidupan.
  5. Feses melewati tempat yang salah, seperti uretra, vagina, skrotum, atau pangkal penis.
  6. Perut membengkak.
  7. Terdapat saluran abnormal antara rektum bayi dengan saluran reproduksi maupun saluran kemih.

Penanganan atresia ani

Baca juga: Cara Menurunkan Demam Tanpa Obat Pada Anak

Jenis prosedur untuk penanganan atresia ani tergantung pada jenis dan tingkat keparahan cacat lahir yang dialami oleh sang Bayi. Kondisi kesehatan bayi juga akan menjadi faktor utama yang dipertimbangkan. Bayi yang tidak memiliki lubang anus akan diberi asupan melalui infus. Jika ada fistula yang terbentuk pada saluran kemih, dokter akan menyarankan penggunaan antibiotik.

Sebagian besar lubang anus yang tertutup membutuhkan operasi secepatnya, guna membentuk saluran pembuangan untuk kotoran. Meski demikian, operasi ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, karena posisi organ yang mengalami gangguan terletak jauh di dalam panggul. Belum lagi faktor usia bayi yang sangat muda, sehingga risiko komplikasi juga meningkat.

Penatalaksanaan dalam tindakan atresia ani yaitu :

a. Pembuatan kolostomi

Kolostomi adalah sebuah lubang buatan yang dibuat oleh dokter ahli bedah pada dinding abdomen untuk mengeluarkan feses. Pembuatan lubang biasanya sementara atau permanen dari usus besar atau colon iliaka. Untuk anomali tinggi, dilakukan kolostomi beberapa hari setelah lahir.

b. PSARP (Posterio Sagital Ano Rectal Plasty)

Bedah definitifnya, yaitu anoplasty dan umumnya ditunda 9 sampai 12 bulan. Penundaan ini dimaksudkan untuk memberi waktu pelvis untuk membesar dan pada otot-otot untuk berkembang. Tindakan ini juga memungkinkan bayi untuk menambah berat badannya dan bertambah baik status nutrisinya.

c. Menutup kolostomi

Tindakan yang terakhir dari atresia ani. Biasanya beberapa hari setelah operasi, anak akan mulai BAB melalui anus. Pertama, BAB akan sering tetapi seminggu setelah operasi BAB berkurang frekuensinya dan agak padat.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker