Panduan Praktis Mengatasi Diare Pada Anak di Rumah

Senyumperawat.com – Penyakit diare bagi anak merupakan masalah yang kadang kerap menghampiri. Terutama pada anak-anak yang sangat aktif bermain di luar. Kadang karena tak terawasi apa saja yang dipegangnya, banyak bakteri termakan. Bagi orang tua, jangan pernah menyepelekan diare. Dampaknya pada anak akan begitu berbahaya. Apalagi jika disertai dengan gejala dehidrasi hingga demam tinggi. Lantas, bagaimana panduan praktis mengatasi diare pada anak jika demikian?

Organisasi kesehatan dunia (WHO) memberikan definisi tentang diare. Definisi yang dimaksud dengan diare ketika seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair. Bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering dari biasanya, tiga kali atau lebih dalam satu hari.

Termasuk kategori diare akut ketika terjadi kurang dari jangka waktu 14 hari. Tapi ketika sudah melebihi 14 hari, diare tersebut bisa dimasukkan dalam diare kronis. Jika sudah begini, dampaknya bagi tubuh tentunya sangat berbahaya. Apalagi pada anak-anak. Sobat pembaca tentunya tak ingin dong anaknya mengalami hal semacam ini.

Baca juga: Kapan Anak yang Diare Perlu Segera Dibawa ke Rumah Sakit?

Klasifikasi diare

Di atas sudah disebutkan bahwa diare terbagi menjadi 2 yakni akut dan kronis. Hal ini didasarkan pada durasi waktu terjadinya diare. Jika ditinjau dari derjat dehidrasi yang dialami, maka diare dibagi dalam 3 klasifikasi.

Klasifikasi diare berdasarkan derajat dehidrasi:

  1. Diare Tanpa Dehidrasi, ciri-cirinya jika pada Balita, ia tetap aktif, memiliki keinginan untuk minum seperti biasa, mata tidak cekung, dan turgor kembali segera. Namun, Balita akan kehilangan cairan <5% dari berat badan.
  2. Diare Dehidrasi Ringan/Sedang, biasanya Balita mengalami gelisah atau rewel, mata cekung, rasa haus meningkat, turgor kembali lambat, dan kehilangan cairan 5-10% dari berat badan.
  3. Diare Dehidrasi Berat, ditandai dengan lesu/lunglai, mata cekung, malas minum, turgor kembali sangat lambat > 2 detik, dan kehilangan cairan >10% dari berat badan.
    whatsapp-image-2017-03-30-at-17-00-36

Diare disebabkan oleh…

Disebutkan sepintas di atas penyebabnya bisa dari bakteri. Selain itu juga bisa dari virus, dan parasite. Biasanya menyebar melalui makanan dan minuman yang tercemar. Bisa juga karena kontak langsung dengan tinja penderita.

Penyebaran bisa juga terjadi karena menurunnya daya tahan tubuh. Hal ini karena kurangnya asupan ASI kepada bayi sampai 2 tahun atau lebih. Di dalam ASI terdapat antibodi yang dapat melindungi bayi dari kuman penyakit. Kurang gizi atau malnutrisi terutama anak yang gizi buruk akan mudah terkena diare.

Baca: Mencegah Dehidrasi Saat Anak Diare

Panduan praktis mengatasi diare pada anak

Berikut ini adalah panduan praktis mengatasi diare pada anak untuk perawatan di rumah. Penanganan tiap rentang usia tentunya berbeda-beda. Pastikan sobat pembaca memahami rentang usia tersebut sesuai dengan anak Anda. Seperti dirilis oleh Kemkes dalam laman webnya, berikut ini tips mengatasi diare anak.

  1. Berikan ASI lebih sering dan lebih lama dari biasanya.
  2. Berikan oralit untuk mencegah dehidrasi sampai diare berhenti.
  3. Berikan obat Zinc yang tersedia di apotek, Puskesmas, dan rumah sakit. Diberikan sekali sehari selama 10 hari berturut-turut meskipun diare sudah berhenti. Zinc dapat mengurangi parahnya diare, mengurangi dursi dan mencegah berulangnya diare 2 sampai 3 bulan ke depan.
  4. Berikan cairan rumah tangga, seperti sayur, kuah sup, dan air mineral.
  5. Segera membawa Balita diare ke sarana kesehatan.

Perhatian asupan nutrisi sesuai rentang umur anak

  1. Bayi berusia 0-6 bulan : hanya diberikan ASI sesuai keinginan anak, paling sedikit 8 kali sehari (pagi, siang, maupun malam hari). Jangan berikan makanan atau minuman lain selain ASI.
  2. Bayi berusia 6-24 bulan: Teruskan pemberian ASI, mulai memberikan Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang teksturnya lembut seperti bubur, susu, dan pisang.
  3. Balita umur 9 sampai 12 bulan: Teruskan pemberian ASI, berikan MP ASI lebih padat dan kasar seperti nasi tim, bubur nasi, tambahkan telur/ayam/ikan/tempe/wortel/kacang hijau.
  4. Balita umur 12 sampai 24 bulan: teruskan pemberian ASI, berikan makanan keluarga secara bertahap sesuai dengan kemampuan anak.
  5. Balita umur 2 tahun lebih: berikan makanan keluarga 3x sehari, sebanyak 1/3-1/2 porsi makan orang dewasa.
  6. Berikan pula makanan selingan kaya gizi 2x sehari di antara waktu makan.

Anjuran makan untuk diare kronis

  1. Jika anak masih mendapat ASI: berikan lebih sering dan lebih lama, pagi, siang, dan malam
  2. Jika anak mendapat susu selain ASI: kurangi pemberian susu tersebut dan tingkatkan pemberian ASI.
  3. Gantikan setengah bagian susu dengan bubur nasi ditambah tempe, jangan beri susu kental manis. Untuk makanan lain, ikuti anjuran pemberian makan sesuai dengan kelompok umur.
Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker