Mendaftarkan Anak Buat Les, Seperti Apa Bagusnya?

Senyumperawat.com – Mayoritas orang tua pasti mementingkan soal pendidikan anaknya. Termasuk dengan cara mendaftarkan anak buat les. Entah itu les mata pelajaran umum maupun yang spesifik seperti bahasa inggris, matematika dan lain sebagainya. Les keterampilan juga sekarang marak. Ada les musik, les sempoa hingga olahraga.

Waktu dimana les tersebut dilaksanakan pun biasanya usai sekolah. Jadi seusai sekolah, anak-anak hanya sebentar melepas penat di rumah. Kemudian ia berangkat lagi menuju tempat les. Usai les, biasanya waktu sudah memasuki petang. Setelah pulang, pastinya dilanjutkan dengan bersih-bersih diri selepas aktivitas seharian.

Sebagian anak, ada yang terbiasa belajar di malam hari. Ada pula yang belajar usai shubuh untuk pelajaran di hari berikutnya. Pada momen itu, tentu anak yang biasa belajar di malam hari untuk persiapan hari berikutnya cukup terkuras energinya. Lalu, apakah hal semacam itu cukup baik untuk anak? Mari kita diskusikan.

Kapan anak dikatakan siap untuk ikut les?

Setiap anak pastinya memiliki karakter yang berbeda. Ini yang perlu orang tua perhatikan. Tapi satu hal yang pasti bahwasanya jangan memberikan anak kegiatan yang terlalu berat bila usianya masih terlalu dini. Anak yang masih berusia di bawah 6 tahun, itu masa-masanya anak bermain. Jika sudah dibebani dengan les, maka masa bermainnya akan sangat terkurangi. Ini bisa saja berimbas pada masa remaja hingga dewasanya nanti.

Bukan tak boleh untuk mendaftarkan anak buat les, tapi perlu diseleksi. Jika pun ia les maka cari yang menerapkan konsep bermain. Jadi anak tetap bisa bermain tapi ada nilai edukasi di sana. Kendati demikian, sebenarnya tanpa diikutkan les pun, orang tua mestinya lebih banyak meluangkan waktunya untuk anak.

Tips sebelum menentukan untuk mendaftarkan anak buat les

Hal-hal berikut ini mungkin bisa diperhatikan bagi orang tua. Peran orang tua dalam mempertimbangkan hal ini akan sangat menentukan bagaimana ke depan. Kurang lebih begini konsepnya jika mau mengikutkan anak untuk les.

  1. Anak memang benar-benar sudah siap.
  2. Tujuan dan urgensi anak ikut les itu memang sudah direncanakan dengan baik.
  3. Tempat untuk les benar-benar sudah terjamin dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

Setiap anak pasti memiliki hobi. Nah pada ranah inilah mungkin bisa dicoba untuk mendaftarkan anak buat les sesuai hobi yang diminati. Dengan begitu, hobinya tersalurkan dan tidak mudah jenuh. Akan berbeda kasus jika orang tua memaksakan anak untuk ikut les padahal si anak sangat tidak menyukai pelajaran yang diajarkan. Ini bisa berujung pada sikap sulit diajak kompromi. Berbeda dengan diawali dari hobinya. Nanti perlahan bisa diarahkan untuk ikut les menurut pelajaran yang memang mendukung aktivitas belajarnya.

Manfaat les bagi anak

Ada manfaat bagi orang tua dan anak tentunya. Untuk orang tua, bisa menjadi sarana untuk membantu si anak belajar. Bisa jadi orang tua memang terlalu sibuk dan tidak sempat mendampingi anak belajar. Termasuk juga mungkin kapasitas orang tua dirasa belum siap jika harus mendampingi anak belajar. Sehingga pilihan untuk mengikutkan les dipilih.

Bagi anak sendiri, les yang tepat akan menunjang perkembangannya. Di sisi lain, bisa juga dijadikan sebagai sarana menentukan minatnya ke depan.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker