Berapa Gaji Pertamamu Sebagai Perawat? Sesuai Imajinasi?

Senyumperawat.com – Siapa pun kalau ditanya “berapa gaji pertamamu?”, boleh jadi tak sedikit akan menundukkan pandangan. Bukan karena malu tapi barangkali ada duit 100 ribuan jatuh di tanah. Haha, gak deh bercanda. Pastinya ekspresinya kalau gak ketawa ya sedih, dah gitu aja.

Ketawa pun ada dua kemungkinan. Kalau gajinya terlampau kecil, boleh jadi akan tertawa karena ingat masa-masa itu. Sedih pun bisa juga kejadian gara-gara hal itu. Ingat perjuangan dinas pagi-siang-malam tapi cuma digaji ratusan ribu. Bahkan ada yang tak digaji tapi tetap rela berangkat. Apalagi kalau ingat pas berangkat kerja ternyata hujan deras, jalannya rusak, sudah begitu gelap pula sepanjang jalan. Masih kurang pedih? Kadang motor mogok karena kehabisan bensin. Lengkap sudah penderitaan.

Bicara soal gaji perawat

Buat rekan-rekan yang merasa bersyukur atas apa yang didapatkan, berapa pun hasilnya maka beruntunglah Anda. Sebab memang rejeki itu sudah Allah atur namun memang membutuhkan ikhtiar untuk meraihnya. Tidak lantas pasrah begitu saja. Intinya, optimalkan usaha maka rejeki akan mengiringi. Pastikan dalam usaha tersebut yang diutamakan adalah keberkahannya. Jangan sampai hanya karena mencari rejeki, ibadah terbengkalai. Padahal justru ibadah itulah yang membuka pintu rejeki.

Baca: Ketua PPNI: Besaran Gaji Perawat Seharusnya Minimal 3 Kali UMP

Nah, soalnya derajat syukur tiap orang tak bisa disamakan. Tak dinafikan ketika seseorang mendapatkan gaji dari hasil pekerjaan halalnya, ia akan bersyukur. Minimal akan mengucapkan alhamdulillah.

Kalau diingat-ingat, bicara soal gaji perawat itu sangat sensitif. Menurut banyak survei dan data resmi, masih saja ada perawat yang digaji di bawah UMR. Mungkin beda soal jika setelah lulus langsung diterima sebagai PNS/ASN. Tapi kan pemerintah tak bisa serta-merta membuka lowongan sebanyak lulusan yang ada. Pastinya hanya sebagian kecil yang terserap. Selebihnya akan mendaftar melalui jalur lain.

Peningkatan standar kualitas perawat tiap tahun ditingkatkan. Sekarang ada istilah STR (Surat Tandar Registrasi). Sebelum mendapatkan STR itu, perawat perlu melalui ujian kompetensi (UKom). Semua itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas perawat. Tapi, tampaknya peningkatan kualitas itu belum berdampak pada gaji perawat. Ya itu tadi, masih ada yang digaji di bawah semestinya. Padahal kuliahnya tidak sebentar, biayanya tidak sedikit dan banyak memerlukan rasa ikhlas.

Tapi begitulah potretnya saat ini. Tinggal bagaimana seseorang berserah diri pada Allah setelah berikhtiar semaksimal mungkin. Pintu rejeki memang tak cuma satu, tapi harga dari sebuah profesi tak semestinya serendah itu.

Berapa gaji pertamamu sebagai perawat?

Coba belajar jujur pada diri sendiri. Kira-kira Anda bagian dari tipe orang yang mana. Orang yang tertawa ketika mengingat masa-masa itu. Atau orang yang seketika langsung merasa menjadi orang yang begitu dizalimi. Atau termasuk orang yang menjadikan gaji pertamamu itu sebagai motivasi untuk bisa membuktikan kalau Anda mestinya mendapatkan lebih.

Baca: Kuliahnya Mahal Tapi Gaji Perawat di Bawah UMR

Sebagai perawat, banyak tentunya kisah-kisah yang unik, sedih, seru, serem dan jenaka. Apalagi mengingat masa-masa fresh graduate, lulusan terbaik pula. Dunia kerja ternyata menjadi tantangan baru bagi semua orang.

Mulai dari sibuk mencari contoh surat lamaran kerja, browsing lowongan kerja hingga kasak-kusuk mencari senior yang sudah bekerja di suatu instansi. Zaman sekarang memang jauh lebih mudah mencari kabar lowongan kerja. Dulu sebelum internet menjamur, tiap pagi sudah siap menanti tukang koran untuk melihat adakah lowongan di situ.

Kemudian, setelah mendapatkan semua itu, mulai bingung lagi jika akhirnya diterima lalu interview. Itu salah satu tragedi dalam hidup yang mungkin bagi sebagian banyak orang tak kan terlupakan. Momen dimana gugup dan gagap kadang hadir bersamaan.

Ah sudahlah, tiap orang pasti punya kisah masing-masing. Tapi, kalau bicara soal berapa gaji pertamamu, kira-kira jawabannya bagaimana ya?