Belajar Lagi Soal Asuhan Keperawatan (Askep), Buat yang Sudah Lupa

Senyumperawat.com – Konsep Asuhan Keperawatan (Askep) berorientasi pada hasil pengkajian bagaimana tanda dan gejala yang timbul dari suatu penyakit. Kemudian semua itu dirumuskan dalam sebuah analisis komprehensif menjadi sebuah diagnosis keperawatan. Hingga setelah itu disusunlah rencana intervensi. Satu unsur yang tak bisa dipisahkan dalam proses asuhan keperawatan ini adalah dokumentasi. Sebuah prinsip dasar yang dilarang untuk dilalaikan, “Kerjakan apa yang ditulis dan tuliskan apa yang sudah dikerjakan”.

Askep ini tak bisa lepas dari tugas dan tanggung jawab perawat. Sebab, asuhan keperawatan inilah yang secara legal formal menjadi karakter utamanya. Mengedepankan kaidah ilmu keperawatan, seluruh tindakan itu dilaksanakan untuk menjamin kredibilitas sebuah profesi.

Tujuan asuhan keperawatan (Askep)

Manusia memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Teori yang cukup terkemuka dan sering dijadikan referensi adalah yang dicetuskan oleh Abraham Maslow. Ia menyebutkan setidaknya ada 5 kebutuhan dasar tiap manusia. Kelima kebutuhan dasar menurut Maslow tersebut adalah

  1. Kebutuhan fisiologis meliputi oksigen, cairan, nutrisi.
  2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan.
  3. Kebutuhan rasa cinta dan saling memiliki.
  4. Kebutuhan akan harga diri.
  5. Kebutuhan aktualisasi diri.

Baca juga: Lima Kebutuhan Dasar Menurut Maslow dengan Peranan Perawat

Berkenaan dengan kebutuhan dasar di atas, asuhan keperawatan pun memiliki peran sentral. Upaya memenuhi kebutuhan dasar tersebut dituliskan dalam suatu bentuk rumusan Askep. Secara global bisa disebut juga bahwa salah satu prinsip Askep adalah untuk memenuhi kebutuhan itu.

Jika diuraikan lebih terperinci, tujuan dilakukanya asuhan keperawatan di antaranya:

  1. Untuk membantu pasien sehingga mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri
  2. Untuk meningkatkan peran serta pasien dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pasien
  3. Untuk membantu pasien memperoleh derajat kesehatan yang optimal.

Jadi, ketika pasien sudah mampu untuk memenuhi kebutuhannya secara mandiri, Askep akan disesuaikan menurut derajat kemampuan pasien.

Proses keperawatan

Tahapan demi tahapan dalam asuhan keperawatan biasa disebut dengan istilah proses keperawatan. Nah, apa saja ya tahapan itu. Mari kita ingat-ingat lagi.

  1. Pengkajian
  2. Diagnosis Keperawatan
  3. Rencana Keperawatan (Renpra)
  4. Implementasi Keperawatan
  5. Evaluasi Keperawatan
  6. Dokumentasi

Coba kita ingat lagi bagaimana uraian untuk tiap-tiap poin di atas.

1. Pengkajian

Pengkajian di sini diartikan sebagai proses pengumpulan data. Baik secara langsung dengan berinteraksi maupun meninjau data penunjang terkait kondisi pasien. Setelah data dikumpulkan, semuanya akan dianalisis untuk ditentukan prioritas masalah yang mesti dirumuskan.

a. Pengumulan data

Sumber data yang bisa dikumpulkan mesti valid. Hal ini sangat mempengaruhi bagaimana tahapan berikutnya yakni diagnosis keperawatan. Jenis data yang dikaji tersebut antara lain:

  • Data Objektif. Merupakan data yang diperoleh melalui suatu pengukuran, pemeriksaan, dan pengamatan, misalnya suhu tubuh, tekanan darah, serta warna kulit hingga respon pasien yang tampak.
  • Data subjekif. Merupakan data yang diperoleh dari keluhan yang dirasakan pasien, atau dari keluarga pasien atau yang mendampingi, misalkan: nyeri dan mual.
b. Analisis Data

Analisis data adalah proses dimana data yang sudah dikumpulkan mulai diolah dan dikaji untuk menentukan problematika yang ada. Kemudian tiap gejalanya dikelompokkan sesuai dengan keluhan atau respon yang tampak saat pengkajian.

c. Perumusan Masalah

Perumusan masalah ini ditentukan berdasarkan skala prioritas. Salah satunya dapat ditentukan berdasarkan hierarki kebutuhan menurut Maslow. Di sana ditinjau dari keadaan yang mengancam kehidupan, keadaan yang mengancam kesehatan, persepsi tentang kesehatan dan keperawatan.

2. Diagnosis Keperawatan

Diagnosis keperawatan kalau menurut Carpenito (2000) diartikan sebagai pernyataan yang menjelaskan respon manusia (status kesehatan atau resiko perubahan pola) dari individu atau kelompok dimana perawat secara akuntabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga status kesehatan menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah.

Adapun metode perumusan diagnosis keperawatan tidak boleh asal. Mesti mengindahkan kaidah seperti di bawah ini:

  • Aktual: Menjelaskan masalah nyata saat ini sesuai dengan data klinik yang ditemukan.
  • Resiko: Menjelaskan masalah kesehatan nyata akan terjadi jika tidak dilakukan intervensi.
  • Kemungkinan: Menjelaskan bahwa perlu adanya data tambahan untuk memastikan masalah keperawatan kemungkinan.
  • Wellness: Keputusan klinik tentang keadaan individu, keluarga atau masyarakat dalam transisi dari tingkat sejahtera tertentu ketingkat sejahtera yang lebih tinggi.
  • Sindrom: diagnosis yang terdiri dari kelompok diagnosa keperawatan actual dan resiko tinggi yang diperkirakan muncul karena suatu kejadian atau situasi tertentu.

Diagnosis yang kini dipakai sebagai rujukan adalah NANDA (North American Nursing Diagnosis Association). Seluruh diagnosis telah dirumuskan dalam buku tersebut. Bahkan sekarang untuk memudahkan dalam merumuskan diagnosis keperawatan, di beberapa rumah sakit telah dibuat sistem terintegrasi. Jadi ketika data pasien dimasukkan ke komputer, diagnosis yang sesuai standar NANDA akan muncul.

3. Rencana Keperawatan

Rencana keperawatan diartikan sebagai segala macam tindakan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien beralih dari status kesehatan saat ini kestatus kesehatan yang diuraikan dalam hasil yang diharapkan.
Renpra ini harus tertulis. Renpra dirumuskan dengan konsep kontinuitas asuhan perawatan dari satu perawat ke perawat lainnya.

4. Implementasi Keperawatan

Ini adalah Merupakan inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik. Tahap pelaksanaan dimulai dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan pada nursing orders untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu rencana tindakan yang spesifik dilaksanakan untuk memodifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan klien.

  • Tahap 1: Persiapan. Tahap awal tindakan keperawatan ini menuntut perawat untuk mengevaluasi yang diindentifikasi pada tahap perencanaan.
  • Tahap 2: Intervensi. Fokus tahap pelaksanaan tindakan perawatan adalah kegiatan dan pelaksanaan tindakan dari perencanaan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan emosional. Pendekatan tindakan keperawatan meliputi tindakan : independen, dependen, dan interdependen.
  • Tahap 3: Dokumentasi. Pelaksanaan tindakan keperawatan harus diikuti oleh pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap suatu kejadian dalam proses keperawatan.

5. Evaluasi Keperawatan

Evaluasi dilakukan mana kala sebuah tindakan keperawatan sudah diberikan. Keberhasilan proses dapat dilihat dengan jalan membandingkan antara proses dengan rencana proses tersebut.

Hasil evaluasi harus tertulis. Ketika dibandingkan dengan kriteria hasil yang telah dirumuskan, evaluasi tersebut dapat berupa kalimat singkat yang dapat memberikan penjelasan bagaimana hasil implementasinya. Beberapa kalimat berikut ini contohnya:

  • Tujuan tercapai, apabila pasien telah menunjukan perbaikan / kemajuan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
  • Tujuan tercapai sebagian, apabila tujuan itu tidak tercapai secara maksimal, sehingga perlu di cari penyebab dan cara mengatasinya.
  • Tujuan tidak tercapai, apabila pasien tidak menunjukan perubahan / kemajuan sama sekali bahkan timbul masalah baru.dalam hal ini perawat perlu untuk mengkaji secara lebih mendalam apakah terdapat data, analisis, diagnosa, tindakan, dan faktor-faktor lain yang tidak sesuai yang menjadi penyebab tidak tercapainya tujuan.

Baca juga: Askep Gangguan Rasa Nyaman Nyeri | Nanda, NIC, NOC

6. Dokumentasi

Dokumentasi menjadi bagian penting dari seluruh proses ini. Setelah seorang perawat melakukan seluruh proses keperawatan dari pengkajian sampai dengan evaluasi kepada pasien, seluruh tindakannya harus didokumentasikan dengan benar dalam dokumentasi keperawatan. Dokumentasi Keperawatan adalah segala sesuatu yang tertulis atau tercetak yang dapat diandalkan sebagai catatan tentang bukti bagi individu yang berwenang (potter 2005).

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker