Tips Jitu Agar Mudah Lolos Menjadi TKI Perawat ke Jepang

Senyumperawat.com – Siapa sih yang tak ingin bisa pergi ke Jepang. Negara yang penuh dengan tempat menakjubkan seperti misalkan Gunung Fuji, Taman Sakura dan lain sebagainya. Khususnya para pecinta manga dan anime, pasti ingin sekali pergi ke sana. Dan itu semua tidaklah mustahil bagi perawat. Tapi, ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi untuk menjadi TKI perawat ke Jepang.

Secara umum, syarat untuk menjadi TKI perawat ke Jepang tiap tahunnya tidak jauh berbeda. Lowongan untuk bekerja ke sana sebagai perawat bisa dicoba oleh lulusan D3, D4 hingga S1 Keperawatan.

Baca: Berapa Biaya Selama Proses Seleksi Calon Perawat ke Jepang?

Memang ada beberapa syarat khusus sesuai dengan pekerjaan yang akan diberikan. Ada dua klasifikasi pekerjaan yang bisa dipilih yakni secara Care worker (Kaigofukushishi) atau Nurse..

Syarat khusus bagi Care worker (Kaigofukushishi)

  • Berusia maksimal sampai dengan 35 tahun per 31 Mei 2019.
  • Pendidikan minimal D3 Keperawatan atau D4 Keperawatan atau S1 Keperawatan.
  • Melampirkan fotokopi ijasah pendidikan dan transkrip nilai dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dilegalisir dengan cap basah atau embose.
  • Melampirkan surat pernyataan bersedia ditempatkan sebagai careworker/ kaigofukushishi di Jepang, ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,- diketik manual atau komputer.

Syarat khusus bagi Nurse (kangoshi)

  • Berusia maksimal sampai dengan 35 tahun per 31 Mei 2019.
  • Pendidikan D3 Keperawatan atau D4 Keperawatan atau S1 Keperawatan + Ners.
  • Pengalaman kerja komulatif 2 tahun, terhitung mulai tanggal terbit STR;
  • Melampirkan fotokopi ijasah pendidikan dan transkrip nilai dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dilegalisir dengan cap basah atau embose.
  • Melampirkan fotokopi Surat Tanda Registrasi (STR) dari Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) Kementerian Kesehatan R.I dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dilegalisir dengan cap basah atau embose.
  • Melampirkan surat keterangan pengalaman kerja atau surat keterangan kerja sebagai perawat sekurang-kurangnya 2 tahun kumulatif terhitung mulai tanggal terbit STR.

Baca: Regulasi Baru, Lama Kontrak Kerja di Jepang Bagi Perawat Menjadi 5 Tahun

Nah, perlu diingat bagi Nurse terkait syarat di atas. Mesti memenuhi syarat khususnya yang terakhir. Dituliskan sekurang-kurangnya memiliki pengalaman kerja 2 tahun. Itu juga mesti ada surat pernyataan bahwa Anda memang pernah bekerja sebelumnya sebagai seorang perawat.

Selain syarat-syarat khusus di atas, ada pula beberapa syarat umum yang mesti dipenuhi. Pastikan Anda memenuhi persyaratan ini agar mudah lolos. Tapi, ada satu syarat di bawah yang jika Anda miliki, maka Anda akan mudah sekali untuk lolos menjadi TKI perawat ke negeri Jepang dan mendapatkan gaji hingga 30 juta lebih.

Syarat Umum calon PMI Careworker dan calon PMI Nurse

  • Fotokopi KTP yang masih berlaku.
  • Fotokopi Paspor (jika ada).
  • Fotokopi Akte Kelahiran atau Surat Kenal Lahir.
  • Fotokopi Kartu Pencari Kerja/AK1 yang dilegalisir dengan cap basah atau embose.
  • Asli Surat Ijin dari Orang Tua/Wali/Suami/Isteri yang ditandatangani diatas meterai Rp. 6.000,- diketik manual atau komputer wajib diketahui Lurah atau Kepala Desa.
  • Fotokopi legalisir Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku.
  • Fotokopi hasil medical checkup dengan keterangan “FIT to Work”, dengan item pemeriksaan terlampir.
  • Pasfoto berwarna terbaru dengan latar belakang putih, menghadap kedepan dan tampak jelas dengan ukuran 3×4 Cm sebanyak 4 (empat) lembar.
  • Bagi wanita tidak pernah bertato, dan laki-laki tidak pernah bertato dan tidak pernah bertindik.
  • Membuat surat pernyataan tidak akan mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus matching yang ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,- diketik manual atau komputer dan wajib diketahui oleh Orang Tua/Wali/Suami/Isteri.
  • Membuat surat pernyataan tidak akan menuntut ganti rugi apabila dalam proses penempatan ditemukan kasus yang diakibatkan oleh calon PMI sehingga calon PMI dikeluarkannya dari tempat pelatihan yang ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,- diketik manual atau komputer dan wajib diketahui oleh Orang Tua/Wali/Suami/Isteri;
  • Diutamakan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jepang setara N5 yang dikeluarkan oleh LPK /LKP/ lembaga kursus yang sudah memiliki ijin resmi dari Dinas Tenaga Kerja
  • Kabupaten / Kota dan Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota dengan melampirkan fotocopy sertifikat tersebut.
  • Foto copy sertifikat kemampuan bahasa Inggris atau bahasa lainnya dan sertifikat keterampilan lainnya (BCLS, BTLS, atau PPGD) bila ada.

Perhatikan kembali syarat di atas. Ada satu syarat yang ditulisan dengan kalimat pembuka “DIUTAMAKAN”. Maknanya, jika Anda memiliki kualifikasi tersebut, maka Anda akan dengan mudah lolos seleksi.

Baca: Perawat Indonesia Bersertifikat Bahasa Jepang Bisa Dapat Gaji 30 Juta

Tips jitu agar mudah lolos

Tips jitunya agar Anda mudah lolos menjadi TKI perawat ke Jepang adalah Anda harus menguasai bahasa Jepang yang setara N5. Jadi, jika Anda masih dalam proses memenuhi syarat pengalaman kerja minimal 2 tahun, ada baiknya disela-sela waktu ikuti pelatihan Bahasa Jepang. Sehingga usai memiliki pengalaman kerja 2 tahun, Anda juga sudah menguasai Bahasa Jepang dan siap untuk mengikuti seleksi menjadi TKI ke sana. Selamat mencoba dan semoga keberhasilan bisa Anda raih.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker