Kerja Sama Dukun Beranak dengan Bidan Digalakkan di Sini

Kerja Sama Dukun Beranak dengan Bidan Digalakkan di Sini
Ilustrasi: Mahasiswi Kebidanan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar

Senyumperawat.com – Ada sebuah inovasi unik yang dibina oleh Bupati Hulu Sungai Selatan. Ini terkait peran dukun beranak dengan bidan. Demi meningkatkan pelayanan kesehatan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, kerja sama antara dukun bayi dengan bidan pun ditempuh.

“Bekerjalah dengan seharusnya jangan berpikir apa adanya. Jangan terjebak pada rutinitas, berkreasi dan berinovasilah demi masyarakat,” adalah pesan yang selalu disampaikan Bupati Hulu Sungai Selatan, Akmad Fikri kepada para ASN di lingkungan pemerintahannya.

Muat Lebih

Pesan tersebut mengandung makna, agar seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, terus mengembangkan dirinya dengan mengasah seluruh kreativitasnya.

Melalui semangat tersebut, diharapkan seluruh ASN bisa terus berlari untuk menyelesaikan berbagai persolan di masyarakat dan memberikan sumbangsih terbaik dalam mengabdi ke masyarakat melalui pelayanan prima.

Buah dari semangat tersebut, perlahan tapi pasti, kini berbagai inovasi pelayanan di HSS mendapatkan apresiasi, bukan hanya dari masyarakat, tetapi juga dari pemerintah pusat dan daerah-daerah lainnya.

Salah satunya adalah inovasi “Si Midun ke Faskes” atau Strategi Kemitraan Dukun Kampung dan Bidan Merujuk Ibu Bersalin ke Fasilitas Kesehatan.

Inovasi tersebut adalah satu dari lima inovasi bidang kesehatan yang berhasil masuk dalam TOP 99 Sinovik Nasional Tahun 2016.

Inovasi yang awalnya digagas Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 2012, ini merupakan suatu inovasi simpatik, yang bertujuan mereposisi peran dukun kampung dalam proses persalinan aktif.

Tujuan akhir dari program tersebut adalah menurunkan angka kematian ibu dan anak dalam rangka meningkatkan IPM di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Inovasi tersebut tercipta, berawal dari keprihatinan pemerintah terhadap kebiasaan masyarakat, yang lebih memilih ke dukun kampung dari pada pergi ke bidan desa.

Kondisi tersebut membuat tingkat kematian bayi dan ibu saat proses persalinan cukup tinggi.

Tidak ingin memutus profesi dukun dalam masyarakat, akhirnya Bupati HSS melalui dinas kesehatan membuat kebijakan, agar bidan dan dukun kampung saling bekerja sama dalam menangani persalinan.

Bidan desa, menangani proses persalinan secara medis, sedangkan dukun membantu bidan untuk membersihkan ibu dan bayi pascapersalinan.

Pemerintah memberikan insentif kepada para dukun yang membawa pasien ibu yang akan melahirkan ke bidan desa dan puskesmas terdekat.

Melalui kerja sama tersebut, akhirnya, perbedaan pendapat yang terjadi di masyarakat, bisa diselesaikan dengan baik, tanpa harus menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. (Antara/BD)

Pos terkait