Cara Terbaru Agar Sunat Tidak Menyakitkan

Senyumperawat.com – Sunat merupakan tuntunan dalam Islam. Bagi seluruh laki-laki harus melalui proses ini. Namun memang tidak mudah untuk membujuk anak mau sunat. Perlu keberanian dari diri mereka sendiri untuk mau disunat. Salah satu alasan utamanya adalah takut merasakan nyeri saat di sunat. Tapi, belakangan ada satu cara agar sunat tidak menyakitkan.

Umumnya, pasien akan diberikan anestesi (bius) terlebih dahulu. Pembiusan ini akan membuat pasien merasa tenang ketika tindakan sunat berlangsung. Anestesi juga meminimalkan atau menghilangkan rasa nyeri. Bahkan membuat pasien merasa mengantuk dan tertidur, sehingga mereka tidak sadar saat tindakan sunat berlangsung.

Teknik anestesi terbaru agar sunat tidak menyakitkan

“Kebanyakan pasien sunat anak dan dewasa merasa takut dengan rasa sakit. Oleh karena itu, teknik anestesinya harus tepat,” kata dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS selaku pemilik Rumah Sunat dr Mahdian saat temu media di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Juni 2019 dikutip dari laman viva.

Baca: Benarkah Berhubungan Suami Istri Malam Jum’at Adalah Sunnah Rosul?

Namun, menurut Mahdian, kini ada penggunaan teknologi terbaru pemberian anestesi tanpa jarum suntik atau dikenal dengan teknologi needle free injection. Metode ini akan mengantarkan cairan obat ke dalam lapisan kulit masuk ke dalam jaringan subkutan tanpa penetrasi jarum yang tajam.

“Teknologi ini mengantarkan cairan obat dengan menggunakan mekanisme tenaga pegas berkecepatan tinggi. Dengan kecepatan tinggi inilah dapat menghasilkan pancaran cairan, sehingga obat dapat berpenetrasi ke dalam kulit melalui lubang yang sangat kecil,” ujarnya.

Penggunaan tekonologi ini, kata Mahdian, berguna untuk membuat anak tidak takut dan juga bisa menghindari reaksi kulit setelah penyuntikan. Misalnya, menimbulkan rasa nyeri, kulit menjadi biru, atau bengkak.

“Sunat itu merupakan momen yang tak terlupakan dan hanya dilakukan satu kali dalam hidup. Oleh karena itu, pengalaman sunat ini jangan menjadi pengalaman yang buruk bagi anak,” imbuhnya.

Waktu sunat terbaik dalam Islam

Di antara segala umur, ternyata ada umur terbaik bagi anak untuk dikhitan. Hal ini sebagaimana hadits dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqah Hasan dan Husain dan mengkhitan mereka berdua pada hari ketujuh (setelah kelahiran,-pen).” (HR. Ath Thabrani dalam Ash Shogir)

Baca: Bekam Sayat dan Bekam Tusuk, Mana yang Lebih Baik?

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,”Ada tujuh sunnah bagi bayi pada hari ketujuh, yaitu pemberian nama, khitan, …” (HR. Ath Thabrani dalam Al Ausath)

Disebutkan dalam rumaysho, kedua hadits ini memiliki kelemahan, namun saling menguatkan satu dan lainnya. Jalur keduanya berbeda dan tidak ada perawi yang tertuduh berdusta di dalamnya. (Lihat Tamamul Minnah, 1/68)

Adapun batas maksimal usia khitan adalah sebelum baligh. Sebagaimana perkataan Ibnul Qoyyim : “Orang tua tidak boleh membiarkan anaknya tanpa dikhitan hingga usia baligh.” (Lihat Tamamul Minnah, 1/69)

Sangat baik sekali jika khitan dilakukan ketika anak masih kecil agar luka bekas khitan cepat sembuh dan agar anak dapat berkembang dengan sempurna. (Lihat Al Mulakkhos Al Fiqh, 37).

 

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker