Pihak RSUD Sambas Mengaku Belum Bisa Bayar Jasa Medis Karena BPJS Belum Cair

Senyumperawat.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas, dr Ganjar Eko mengatakan, aksi yang dilaksanakan oleh pegawainya adalah untuk meminta pembayaran uang jasa yang belum di bayarkan oleh Menajemen RSUD Sambas.

Menanggapi hal itu, Ganjar mengatakan pihaknya siap membayarkan uang jasa di November dan Desember 2018 lalu.

Akan tetapi, Menajemen RSUD Sambas masih menunggu pembayaran dari BPJS Kesehatan untuk membayarkan uang jasa petugas medis nya.

“Kita sebenarnya hanya sedang menunggu dana dari BPJS. Kalau dana dari BPJS sudah keluar, maka bisa kita bayarkan dua bulan,” ujarnya, Senin (20/5/2019)).

“Saya sudah komunikasikan ke direktur BPJS Kesehatan cabang Singkawang dia bilang belum ada (uang-red), untuk itu kita menunggu, dan saya akan menghadap dan laporkan juga ke Bupati terkait hal ini,” sambungnya.

Namun demikian, ia pun tidak menampik bahwa bukan hanya karena pihak RSUD belum menerima pembayaran dari BPJS saja.

Namun juga ada keperluan mendesak lainnya, sehingga mengharuskan digunakan sementara dana yang ada.

“Iya salah satunya karena keterlambatan pembayaran dari BPJS Kesehatan. Lalu ada juga kemarin pas ada keperluan yang mendesak makanya terpakai, seperti untuk akreditasi RSUD dan lain-lain. Dan nanti di ganti dengan pembayaran dari BPJS serta pendapat dari RSUD sendiri,” katanya.

Sedangkan anggaran APBD yang ada untuk RSUD Sambas juga belum cukup untuk membiayai seluruh operasional RSUD.

“Kalau anggaran yang dari APBD juga masih kurang,” ungkapnya.

“Yang terhutang itu dua bulan, November dan Desember. Kalau yang masuk 2019 itu belum, nanti kalau ada pencairan, bisa langsung kita bagikan (bayar). Ini hanya seperti benang kusut aja, ada hilir dan hulunya,” sambungnya.

Sementara itu, terkait dengan adanya hutang BPJS kepada pihak luar seperti farmasi untuk menyediakan obat-obatan. Ganjar menegaskan itu terjadi karena ada Keterlambatan pada pembayaran BPJS.

Ia meyakinkan, bahwa jika anggarannya sudah ada pasti akan di bayar secara bertahap.

“Kalau untuk yang hutang di farmasi itu karena sebetulnya bertahap, dan juga ada keterlambatan dari BPJS. Jadi kalau order obat kita terhutang, dan kalau BPJS cair kita selalu bayar,” bebernya.

“Tapi ingat, selain punya hutang seperti farmasi tadi. Kita juga punya piutang, karena BPJS belum bayar ke kita,” tutup Ganjar. (Tribunnews/BD)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker