Persiapan Tenaga Kesehatan Untuk Mudik Lebaran 2019

Senyumperawat.com – Suasana mudik lebaran 2019 mulai terasa. Pemerintah telah mempersiapkan sejak dini sarana dan prasarana jelang mudik nanti. Salah satunya adalah fasilitas kesehatan yang harus disediakan di titik-titik strategis.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Kementerian Kesehatan menambah tenaga medis di titik-titik penyeberangan. Baik pelabuhan besar maupun pelabuhan angkutan sungai danau dan penyeberangan atau ASDP. Bila antrean di angkutan penyeberangan membludak, Khofifah khawatir penumpang akan terserang penyakit.

Baca: Penyebab Kematian Petugas KPPS, IDI: Kematian Akibat Kelelahan Itu Tidak Ada

“Kalau dimungkinkan, sebaiknya ditambah tenaga kesehatan di titik penyeberangan. Sebab, penumpang harus bermalam di situ hingga tidak tidur untuk menunggu antrean kapal,” ujar Khofifah dalam rapat koordinasi angkutan mudik Lebaran 2019 bersama Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Menteri Perhubungan Budi Karya di Gedung Negara Grahadi, Minggu, 12 Mei 2019 dilansir Tempo.

Khofifah meminta kementerian terkait menyediakan layanan psikososial. Dalam keadaan fisik dan pikiran yang lelah karena perjalanan jauh lagi ramai, pemudik membutuhkan konseling untuk meregangkan pikiran.

Menkes sediakan posko kesehatan mudik lebaran 2019

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan kementeriannya telah menyiagakan posko-posko kesehatan di sejumlah titik keramaian. Di antaranya pelabuhan, bandara, stasiun, hingga tepi ruas-ruas jalan tol.

Baca: Tips Membuat Air Nabeez dari dr Zaidul Akbar

Di Jawa Timur, ia menyiapkan 188 pos kesehatan yang akan berjaga selama 24 jam. Layanan kesehatan juga tersedia di puskesmas dan rumah sakit. Nila mencatat, saat ini terdapat 797 puskesmas yang akan beroperasi tanpa libur pada masa mudik nanti di provinsi tersebut.

Adapun rumah sakit di Jawa Timur berjumlah sepertiganya, yakni 250. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk menghindari penumpukan penumpang di sekitar pelabuhan penyeberangan, masyarakat diimbau untuk membeli tiket perjalanan melalui daring atau online.

“Beli jauh-jauh hari, jangan mendadak. Kami ingin mengedukasi masyarakat untuk tidak mepet membeli tiket transportasi (laut),” ucapnya dalam rapat tersebut.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Agus H. Purnomo, yang turut mendampingi Budi Karya, menyebut telah mengambil langkah antisipasi bila sewaktu-waktu terjadi penumpukan penumpang. Di antaranya menyiapkan kapal tambahan dari Tanjung Perak, Banyuwangi, dan Pulau-pulau sekitar Madura.

Baca: Tips Puasa Untuk Penderita Maag

“KM 1 Nusantara akan beroperasi,” ujarnya. Kementerian Perhubungan memprediksi, jumlah pemudik menggunakan angkutan kapal meningkat 4,8 persen ketimbang tahun lalu. Tahun ini, penumpang kapal laut diperkirakan mencapai 1,9 juta. Sedangkan tahun lalu, pada periode yang sama, penumpang angkutan laut hanya 1,8 juta.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker