Kemenkes Merilis Ada 13 Penyakit Penyebab KPPS Meninggal

0
Kemenkes Merilis Ada 13 Penyakit Penyebab KPPS Meninggal

Senyumperawat.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akhirnya merilis hasil investigasi terkait kasus meninggalnya ratusan petugas KPPS. Selama ini banyak isu terkait hal tersebut. Mulai dari isu diracun hingga ditolaknya pendapat yang menyatakan mereka meninggal karena kelelahan. Akhirnya ditemukan 13 penyakit penyebab KPPS meninggal.

Hasil temuan Kemenkes yang diperoleh dari 15 Provinsi menyimpulkan setidaknya ada 13 penyakit yang ditemukan. Penyakit-penyakit inilah yang diduga menjadi sebab utama para petugas KPPS meninggal dunia secara massal.

Baca: Tim Dokter Muhammadiyah: Tidak Ada Orang Meninggal Karena Kelelahan

Berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan tenaga kesehatan di daerah untuk melaksanakan pelayanan kesehatan. Termasuk melakukan investigasi penyebab meninggalnya petugas Pemilu 2019.

Dirilis dalam laman resmi Kemkes.go.id, hingga hari ini (12/5) telah dilakukan investigasi penyebab kematian petugas pemilu di 15 provinsi. Hasilnya, diketahui jumlah korban meninggal sebagai berikut:

  1. DKI Jakarta sebanyak 22 jiwa,
  2. Jawa Barat 131 jiwa,
  3. Jawa Tengah 44 jiwa,
  4. Jawa Timur 60 jiwa,
  5. Banten 16 jiwa,
  6. Bengkulu 7 jiwa,
  7. Kepulauan Riau 3 jiwa,
  8. Bali 2 jiwa,
  9. Kalimantan Selatan 8 jiwa,
  10. Kalimantan Tengah 3 jiwa,
  11. Kalimantan Timur 7 jiwa,
  12. Sulawesi Tenggara 6 jiwa,
  13. Gorontalo tidak ada,
  14. Kalimantan Selatan 66 jiwa,
  15. Sulawesi Utara 2 jiwa.

13 penyakit penyebab KPPS meninggal

Berdasarkan laporan dinas kesehatan dari 15 provinsi itu jika diakumulasikan. Ditemukan kematian disebabkan oleh 13 jenis penyakit dan 1 kecelakaan. 13 penyakit tersebut adalah

  1. Infarct myocard,
  2. Gagal jantung,
  3. Koma hepatikum,
  4. Stroke,
  5. Respiratory failure,
  6. Hipertensi emergency,
  7. Meningitis,
  8. Sepsis,
  9. Asma,
  10. Diabetes melitus,
  11. Gagal ginjal,
  12. TBC,
  13. Kegagalan multi organ.

Kebanyakan usia korban meninggal di kisaran 50-59 tahun. Selanjutnya, Sekjen Kemenkes drg. Oscar Primadi mengatakan terkait jadwal petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) perlu dilihat terlebih dahulu jadwal padatnya seperti apa. Karena terkait penjadwalan ini perlu pendalaman lebih lanjut dengan KPU.

Baca: KPPS yang Meninggal Terus Bertambah, Begini Penjelasan Menkes

“Nantinya kita akan bahas bersama KPU untuk perencanaan pemilu mendatang,” katanya, di Jakarta, Jumat (10/2).

Ke depannya, kata Sekjen, petugas pemilu yang dipekerjakan diupayakan mempunyai kondisi kesehatan yang baik, lingkungan pekerjaan yang sehat, tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok, ruangan yang cukup luas, dan ritme kerja dan jam kerja di atur dengan baik, serta memberikan porsi istirahat yang cukup.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Tinggalkan Komentar