Ani Hasibuan Beberkan Temuan Meninggalnya KPPS, Fahri: Kemungkinan Adanya Racun

0
Ani Hasibuan Beberkan Temuan Meninggalnya KPPS, Fahri: Kemungkinan Adanya Racun

Senyumperawat.com – Sosok seorang dokter syaraf bernama dr Ani Hasibuan ramai dibahas setelah dia menyampaikan hasil penelusuran terkait meninggalnya petugas KPPS kepada Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. dr Ani Hasibuan mengaku penelusurannya itu independen.

“Saya dokter, saya independen. Saya sendirian saja (melakukan penelusuran). Nggak ada yang nyuruh juga,” kata dr Ani Hasibuan saat dihubungi, Rabu (8/5/2019).

Sebagai tenaga medis, Ani awalnya heran dengan banyaknya petugas KPPS yang meninggal usai Pemilu 2019 hingga jumlahnya mencapai ratusan. Menurutnya, peristiwa itu bisa dianggap masuk akal apabila jumlah petugas KPPS yang meninggal 5-10 orang dan sudah lanjut usia. Tapi, ternyata ada pula petugas KPPS yang meninggal di usia muda.

“Jadi saya ingin tahu ada apa sesungguhnya? Kok bisa ada kematian yang banyak dalam waktu bersamaan,” ujarnya.

Karena punya banyak teman di Yogyakarta, Ani mendapat bantuan untuk bertemu dengan keluarga petugas KPPS yang meninggal. Dia mengaku menemui keluarga 3 korban dan mendapatkan rincian cerita tentang bagaimana petugas KPPS meninggal.

“Itu temuan yang harus kita cari, apa sih penyebab kematiannya? Nggak bisa dengan kata-kata kelelahan. Karena menurut saya, secara fisiologis tubuh manusia, kelelahan itu jarang menimbulkan kematian, kecuali orangnya punya penyakit duluan,” ungkap dr Ani Hasibuan.

“Saya ingin itu diperiksa, bukan dengan gampangnya ketua KPU bilang meninggal karena kelelahan. Masa iya 554 orang kelelahan semua?” sambungnya.

Ani ingin penyebab meninggalnya KPPS ini diperiksa oleh sebab itu dia datang ke DPR dan bertemu dengan Fahri Hamzah. “Saya minta di DPR bagaimana caranya ini didesak untuk diperiksa. Tidak ada unsur unsur lain,” pungkasnya.

Sebelumnya, pertemuan Fahri dengan sejumlah dokter yang salah satunya adalah dr Ani Hasibuan ini berlangsung di Gedung DPR pada Senin (6/5). Fahri mengaku menerima laporan investigasi dari para dokter itu.

“Mereka melaporkan beberapa temuan, saya tertarik karena dokter-dokter dari berbagai keahlian yang hadir. Saya kira sebaiknya pemerintah terbuka dengan apa yang terjadi, terutama KPU. Dibuka saja masalahnya apa dan investigasi terhadap korban. Itu harus dilakukan satu per satu, jangan membuat generalisasi lalu ada uang tutup mulut,” ujar Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/5).

“Beberapa investigasi yang mereka lakukan itu cukup mengagetkan, karena modus dari meninggalnya juga sebagiannya ada kemungkinan adanya racun. Kira-kira begitu,” sambungnya. (detik/BD)

Tinggalkan Komentar