Tenaga Medis Baru Dilibatkan Usai 119 Anggota KPPS Meninggal, Menkes Angkat Bicara

0
Tenaga Medis Baru Dilibatkan Usai 119 Anggota KPPS Meninggal, Menkes Angkat Bicara

Senyumperawat.com – Data terakhir dari PKU, sebanyak 119 anggota KPPS meninggal dunia selama bertugas. Jumlah itu dari total 667 petugas KPPS yang mengalami masalah kesehatan. Sehingga total petugas yang sakit hingga saat ini mencapai 548 orang. Seluruhnya tersebar di 25 provinsi.

“Berdasarkan data yang kami himpun hingga pukul 16.30 WIB, petugas kami yang mengalami kedukaan 119 meninggal dunia,” kata Komisioner KPU Viryan Azis di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (23/4).

Baca: Menkes: Sangat Keterlaluan Jika Gaji Perawat di bawah UMR

Sementara itu, Kementerian Kesehatan akhirnya angkat suara. Seluruh Dinas Kesehatan (Dinkes) dikerahkan untuk mengawal para petugas KPPS.

“Jadi kami sudah bersurat ke seluruh Indonesia ke Dinas Kesehatan untuk mereka bergerak. Tadi di WhatsApp saya sudah lihat, yang ini sudah bergerak, daerah ini, daerah itu, semuanya sudah bergerak,” ujar Nila saat ditemui di pabrik rapid test Kimia Farma di Bali, Kamis (23/4) dikutip dari Kumparan.

Nila menyebut, seluruh tenaga TPS kini dicek kesehatannya. Sehingga, nantinya tak ada lagi korban yang harus meregang nyawa dalam mengawal pemilu serentak ini.

“Jadi semua tenaga TPS ini semua diperiksa. Kesehatannya dijaga sekarang, tapi sudah ada yang meninggal dan sebagainya,” tuturnya.

Menurut Nila, memang tidak seharusnya pekerja KPPS maupun pengawal pemilu lainnya dipekerjakan 24 jam. Seharusnya diberlakukan sistem shifting untuk membuat para pekerja dapat beristirahat.

Baca: Tips Menghindari Stres Melihat Foto dan Video Kecurangan Pemilu di Medsos

“Ini yang barangkali mungkin belum tidak dipersiapkan dengan baik,” ucapnya.

Dia menyebut, jam kerja yang panjang bisa jadi menjadi alasan banyaknya petugas KPPS yang meninggal. Kelelahan bisa menjadi faktor utama banyaknya petugas yang meninggal.

“Jadi misalnya kalau saya terus terang kalau saya 24 jam, mungkin saya hipertensi, obatnya tidak saya bawa ya tentu setelah berapa jam, kemudian keadaannya capek lelah stres dan mereka tidurnya juga kan tidak disediakan tempat tidur kan. Tidak ada tempatkan. Kemudian bisa tensinya naik dan akhirnya serangan attack,” terangnya.

Tinggalkan Komentar