Stop, Jangan Tuduh Perawat yang Menuntut Gaji Layak Itu Tanda Tidak Ikhlas

Senyumperawat.com – Selama ini banyak perawat yang lebih banyak menghibur diri dengan kata ikhlas. Jadi meskipun digaji rendah atau gaji tak kunjung diberi, mereka harus menghibur diri dengan kata ikhlas. Perlu dipahami bersama bahwa konsep ikhlas itu bukan amalan lisan melainkan amalan hati.

Kalau sekedar diucapkan “saya ikhlas” itu mudah, tapi esensi dari kata ikhlas itu bukan pada ucapan. Lebih daripada itu menjurus pada rasa tanpa pamrih yang mendalam. Sedangkan yang namanya bekerja apalagi di sebuah instansi, maka sudah menjadi hak perawat untuk mendapatkan upah layak.

Terkait: HPT-Kes: Sistem Uji Kompetensi Nasional Merugikan Lulusan PT Kesehatan

Masalahnya, kalimat itu terkadang memenjarakan hati untuk bersuara. Padahal kembali lagi, ini soal hak dan kewajiban. Ketika seorang perawat telah melaksanakan kewajibannya sebagai perawat tentu kemudian hak mereka harus dipenuhi.

Perawat juga manusia, butuh makan

Aksi protes di mana-mana, dari tahun ke tahun selalu ada kasus upah perawat tak kunjung diberikan oleh instansi. Ada pula yang bertahun-tahun bekerja tapi gajinya belum sesuai UMR. Padahal mereka selalu datang tepat waktu, bekerja sesuai tugasnya.

Menghibur diri dengan kata “ikhlas” itu pada sisi ruhiyah tidak salah, namun dari sisi lain bisa saja berbeda. Kita memang dilarang mengeluh, justru harus memperbanyak syukur.

Terkait: Tak Mungkin Semuanya Jadi PNS, Coba Lirik Peluang Praktik Mandiri Perawat

Zaman media sosial adalah zamannya seseorang mudah sekali untuk menyampaikan kritik. Bahkan media-media besar pun terkadang menjadikan media sosial sebagai salah satu rujukan mereka untuk bahan informasi. Misalnya perkataan tokoh atau hal-hal lainnya.

Sebagai perawat, kita bisa memahami betapa kebijakan pemerintah selama ini belum dirasakan mengangkat kesejahteraan profesi perawat. Terlebih mereka yang tinggal di daerah. Tak sedikit yang akhirnya menuliskan keluh-kesahnya melalui media sosial.

Tentu itu adalah puncak dari sebuah rasa yang disimpan. Ketika suara mereka tak di dengar oleh pihak instansi terkait, mereka akan menyuarakan di depan publik. Mulai dari gaji yang tak kunjung dibayarkan hingga upah mereka yang tak sesuai standar.

Terkait: Banyak Sarjana Perawat “Banting Setir” Karena Gaji Tak layak

Oleh karena itu, ketika seorang perawat sudah menandatangani kontrak dengan sebuah instansi, maka hak perawat untuk disejahterakan. Bukan lagi selalu dibebani dengan kewajiban kerja saja lalu dituding menuntut hak itu tanda tidak ikhlas. Jika hak tersebut tidak dipenuhi, jangan terus-terusan menghibur diri dengan kata ikhlas. Suarakan apa yang menjadi hak Anda.