Bupati Bengkalis: Seorang perawat harus memiliki tiga keterampilan

0
Seorang perawat harus memiliki tiga keterampilan
Kepala Dinas Kesehatan, Ersan Saputra,TH berfoto bersama pada Seminar Cardiovascular Emergency The Role Of Nursing In Acute Cardiac Syndrom Case Based Desicion Making, Minggu (7/4)

Senyumperawat.com – Seorang perawat hendaknya memiliki tiga keterampilan. Keterampilan interpersonal, dimana pasien adalah subyek dalam pelayanan kesehatan, bukan obyek, sehingga dibutuhkan keterampilan berkomunikasi. Baik verbal maupun bahasa tubuh. Kesabaran tinggi juga harus dimiliki setiap perawat.

Hal ini disampaikan Bupati Bengkalis di wakili Kepala Dinas Kesehatan, Ersan Saputra,TH pada seminar Cardiovascular Emergency The Role Of Nursing In Acute Cardiac Syndrom Case Based Desicion Making yang di selenggarakan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Komisariat Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis bertempat di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut, Minggu (7/4) pagi.

Baca: Strategi Prabowo Untuk Naikkan Gaji Perawat, TNI, Polri Hingga Guru Honorer

“Keperawatan merupakan suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Pelayanan ini berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial-spiritual yang komprehenshif dan ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh siklus kehidupan manusia,” jelas Ersan.

Lebih lanjut, Ersan menekankan bahwa, saat ini dunia keperawatan di indonesia sudah memiliki undang-undang no. 38 tahun 2014, undang-undang ini merupakan dasar hukum praktek keperawatan dan tenaga keperawatan wajib memiliki surat tanda registrasi atau STR sebagai legal hukum seorang perawat di Indonesia.

Baca: Surat Tanda Registrasi (STR) Dianggap Sebagai “Pembunuh” Oleh Mahasiswa Kesehatan

“Untuk itu profesi perawat harus terus meningkatkan kompetensinya menjadi lebih profesional dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada masyarakat. Di sisi lain keberadaan perawat di pelosok daerah, sangat dibutuhkan karena merupakan ujung tombak pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat”, tegas Ersan.

Baca: Lulus Kuliah Keperawatan & Kebidanan Itu Tak Mudah, Eh Masa Gajinya Rp 50 Ribu Sebulan

Perawat memiliki kontribusi nyata karena berada di garis terdepan dalam pelayanan kesehatan baik di rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu, poskesdes, serta pelayanan kesehatan lainnya. oleh karenanya kami memberikan apresiasi atau kiprah dan kontribusi kepada seluruh perawat di Kabupaten Bengkalis yang telah mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan dengan tetap mengedepankan profesionalismenya dalam bekerja.

Baca: Kuliahnya Mahal Tapi Gaji Perawat di Bawah UMR

Ersan berharap dengan diselenggarakannya seminar ini, para perawat dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat seoptimal mungkin serta akan muncul pemikiran-pemikiran aktual, inovatif dan realistis, guna memberikan sumbangan nyata dalam meningkatkan hasil-hasil pembangunan kesehatan, khususnya bidang keperawatan di Kabupaten Bengkalis untuk masa mendatang, pungkasnya. (Bengkaliskab/Destur)

Tinggalkan Komentar