Polemik Pemilu 2019, Seorang Ibu Petugas KPPS Meninggal Padahal Hamil 8 Bulan

0
Polemik Pemilu 2019, Seorang Ibu Petugas KPPS Meninggal Padahal Hamil 8 Bulan
Foto: ilustrasi ambulance

Senyumperawat.com – Banyak yang menyoroti penyelenggaraan Pemilu 2019 kali ini. Banyaknya korban jiwa karena kelelahan begitu banyak. Sudah mencapai angka lebih dari 200 orang dari petugas KPPS Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Salah satunya menimpa Muridah. Seorang ibu yang juga meninggal dunia diduga karena kelelahan. Warga asal Desa Peulokan, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan, Aceh, ini mengembuskan napas terakhir dalam kondisi hamil.

“Muridah diduga meninggal karena kelelahan. Beliau hamil delapan bulan,” kata komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP atau KPU) Aceh, Agusni, saat dimintai konfirmasi wartawan, Sabtu (27/4/2019).

Baca: Strategi Prabowo Untuk Naikkan Gaji Perawat, TNI, Polri Hingga Guru Honorer

Menurut Agusni, Muridah meninggal dunia pagi tadi setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Teuku Pekan di Blang Pidie, Aceh Barat Daya (Abdya). Kondisi Muridah mulai menurun beberapa hari lalu ketika sedang bertugas siang dan malam.

“Sebelum meninggal, Muridah sempat dirawat di puskesmas. Namun, karena kondisinya makin menurun, akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” jelas Agusni.

Begitu tiba di rumah sakit, Muridah mendapat perawatan intensif. Dokter yang menanganinya juga harus mengambil keputusan melakukan operasi caesar Muridah karena melihat kondisi fisiknya semakin lemah.

Baca: Gonjang-Ganjing Pemilu Belum Usai, Pemerintah Justru Naikkan Iuran BPJS

“Sehingga bayi dalam kandungan berhasil diselamatkan. Sementara korban mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Teuku Peukan Blang Pidie,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar