Pergerakan Dokter Muda Indonesia Surati Jokowi Karena Dipersulit Dapat Ijazah

Senyumperawat.com – Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI) melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Tidak kurang dari 2.700 dokter muda ini merasa dipersulit oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Terkait ijazah, mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkannya hingga saat ini.

Juru Bicara PDMI Haswan mengatakan mereka memanfaatkan momentum Pilpres 2019 untuk menarik perhatian Jokowi.

“Sebenarnya kami sudah mengirim surat dari empat tahun lalu, tapi engak pernah dibalas sama Pak Jokowi. Nah ini musim pilpres, kami harap dia lebih sensitif karena ini menyangkut hak hidup,” kata Haswan, Minggu (7/4) dikutip dari CNN Indonesia.

Baca: Fahri Hamzah Kritik Sikap Jokowi Terkait Rumah Sakit dan Hak Tenaga Kesehatan

PDMI mengirim surat ke Jokowi pada hari ini. Mereka menuntut Jokowi untuk mencabut Peraturan Menristekdikti Nomor 11 Tahun 2016.

Haswan menjelaskan peraturan itu menyebut ijazah mahasiswa kedokteran baru akan diberikan setelah mereka lulus uji kompetensi.

Peraturan itu disebut Haswan bertentangan dengan putusan MK 10/PUU-XV/2017 yang menyatakan ijazah harus diserahkan setelah lulus. Ijazah dijadikan syarat mengikuti uji kompetensi.

Baca: Sudah 4 Bulan Perawat Ini Belum Digaji Tahun 2019 Ini

“Alur sebenarnya kuliah, masuk rumah sakit dua tahun, dapat ijazah. Ini dibalik ijazah jadi output uji kompetensi. Ini dibalik-balik supaya kita bayar SPP terus,” ucap Haswan.

Haswan menyebut pihaknya akan menunggu kepastian dari Jokowi dan Kemenristekdikti hingga tanggal 11 April 2019.

“Jika tidak direspons, ujungnya kita gugat ke MK dan pengadilan, kita minta ganti rugi ke pengadilan karena ijazah kita enggak dikasih,” tuturnya.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker